Bos Bajaj Berharta Rp 117 T Tutup Usia, Ini Perjalanan Hidupnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 15 Feb 2022 12:29 WIB
Rahul Bajaj
Rahul Bajaj/Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Bos raksasa otomotif India, Rahul Bajaj meninggal dunia pada Sabtu 12 Februari 2022 lalu. Pimpinan grup otomotif Bajaj ini menutup usia di umur 83 tahun di kota Pune, India.

"Dia adalah pembawa obor warisan keluarga yang ikut membangun negara kita dan memperjuangkan penciptaan India yang baru," kata keluarga Bajaj dalam pernyataan resmi dilansir Forbes, Selasa (15/2/2022).

Rahul adalah cucu dari pendiri grup Bajaj, Jamnalal Bajaj, yang mendirikan grup otomotif tersebut pada tahun 1926. Rahul yang merupakan generasi ketiga Bajaj meneruskan estafet kepemimpinan perusahaan pada 1994.

Di bawah kepemimpinan Rahul, grup ini tumbuh menjadi perusahaan besar yang masuk ke dalam daftar 40 perusahaan berpengaruh di India. Kesuksesannya ini membawa Rahul bergabung dengan peringkat miliarder untuk pertama kalinya pada tahun 2007 dengan kekayaan bersih US$ 1,1 miliar.

Pada saat terakhirnya, Rahul memiliki kekayaan US$ 8,2 miliar atau mencapai Rp 117 triliun (kurs Rp 14.300). Dia berada di peringkat 302 dunia, menurut peringkat miliarder real-time Forbes.

Sosoknya yang berpengaruh membuat Rahul mendapatkan pemakaman kenegaraan di negara bagian asalnya, Maharashtra. Rahul Bajaj juga pernah dianugerahi Padma Bhushan, salah satu penghargaan sipil tertinggi di negara itu.

Rahul juga pernah menjadi anggota Rajya Sabha, majelis tinggi parlemen India. Dia dikenal sebagai anggota parlemen yang cukup vokal. Di sisi lain, sebagai anggota aktif dari Konfederasi Industri India, Rahul juga aktif menjadi suara pebisnis India.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa Rahul Bajaj adalah orang yang sangat senang dalam melakukan pelayanan masyarakat.

"Beliau sangat bersemangat apabila sudah membicarakan tentang pelayanan masyarakat. Beliau juga merupakan pembicara yang hebat," kata Narendra Modi.

Rahul Bajaj pernah menempa ilmu ekonomi dan hukum di India sebelum pergi ke Universitas Harvard untuk studi M.B.A. Dia bergabung dengan bisnis keluarga di tahun 1970 dengan mengambil Bajaj Auto, unit otomotif grup keluarganya.

Bajaj menyerahkan operasi pada tahun 2005 kepada dua putranya Rajiv, yang menjalankan Bajaj Auto, dan Sanjiv yang lebih muda, yang bertanggung jawab atas unit layanan keuangan perusahaan.

Lihat juga video 'Ratusan Muslimah India Protes Larangan Berhijab di Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)