Mengenal Nyoman Nuarta, Petani Cilik yang Jadi Maestro Pematung RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 21 Feb 2022 09:25 WIB
NuArt Sculpture Park - I Nyoman Nuarta
Foto: dok.detikFood

Meski demikian, setelah lulus kuliah Nyoman malah mendirikan biro arsitek. Menurutnya, ketertarikan dirinya kepada dunia patung dan arsitek tidak ada bedanya.

"Maka dari itu saya kasih contoh, saya membangun GWK, arsiteknya saya juga, pematungnya saya saya juga, engineering-nya saya saya juga. Cuma perlu disahkan oleh ahli ahli," jelasnya,

"Jadi supaya kenal saya seorang arsitek bukan barang baru, cuma memang pekerjaan saya kebanyakan pekerjaan pribadi seperti GWK, seperti Monjaya, itu kan pekerjaan pribadi cuma perlu pengesahan-pengesahan dari ahli-ahli," tambahnya.

Bisa dibilang Nyoman Nuarta secara tidak formal merupakan seorang arsitek. "Karena buat saya arsitek itu gelarnya insinyur atau arsitek, arsitek gelarnya arsitek. Nah yang lebih penting karyanya atau gelarnya? Tinggal pilih itu," tuturnya.

Hingga saat ini karya Nyoman Nuarta telah ada di mana mana, yang paling terkenal yakni patung Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran, Bali. Tidak hanya patung, karyanya di bidang arsitektur juga tidak kalah banyak.

Sebelum merancang desain Kawasan Istana Negara di IKN, pada 2018-2019 Nyoman membuat perencanaan Kawasan Wisata Bukit Bunga di Bali.

Puluhan pameran juga telah diselenggarakan dan diikuti oleh Nyoman dan timnya. Dengan berbagai karyanya di dunia seni rupa hingga arsitektur, Nyoman dipenuhi dengan berbagai penghargaan.

Terbaru, tahun lalu Nyoman Nuarta mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa Culture dalam Bidang Ilmu Seni Rupa dari ITB.

Kemudian, ada gelar kehormatan "Chevalier De L'Ordre Des Arts Et Des Lettres" dari pemerintah Prancis. Masih di tahun 2021, Nyoman mendapat penghargaan Habibie Prize 2021 Bidang Kebudayaan dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional RI.

Saat ini, Nyoman tengah fokus membuat lanjutan desain untuk Kawasan Istana Negara di IKN. Nyoman mengatakan saat ini sudah ada desain terbaru, dari desain sebelumnya hanya kapasitas luas kawasan 55 hektar menjadi luas 90 hektar.

"Itu karena kita ajukan taman ke depan itu, ini sebenarnya ada gambarnya tetapi belum kita launching. Nah itu 90 hektar di depan istana panjang. Kurang lebih di depan istana itu ada 2,5 kilometer. Wajarnya ribuan hektar kenapa kita bersempit-sempit," ucapnya.

Kemudian, desain itu kini telah masuk ke proses Detail Engineering Design (DED).

"Karena ini tender memang saya diminta pak Presiden ikut aktif terus mengawasi desain itu. Saya diminta mengawasi agar nggak berubah. Karena beliau sudah happy dengan desain itu. Jadi saya disuruh terlibat," imbuhnya.


(eds/eds)