Kisah Inspiratif

Sundar Pichai: Bos Google yang Dulu Hidup Susah

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 09 Mar 2022 08:26 WIB
sundar pichai, anjali pichai
Foto: dok. Getty Images
Jakarta -

Sundar Pichai merupakan CEO dari raksasa teknologi Google. Di balik kesuksesan karirnya itu, ternyata dirinya pernah hidup susah. Simak ceritanya di sini!

Sundar Pichai menjadi CEO Google sejak tahun 2015, menggantikan CEO Google waktu itu, Larry Page sebagai CEO dari perusahaan induk Google, Alphabet .

Dikutip laman The Famous People, Sundar Pichai diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 17 triliun (kurs Rp 14.300).

Sebelum mencapai puncak jabatan sebagai CEO Google dan Alphabet, siapa sangka ternyata Sundar Pichai dulunya pernah hidup susah.

Simak kisahnya di bawah ini:

Sundar Pichai bernama asli Pichai Sundararajan lahir pada tahun 1972, Madras (sekarang Chennai), Tamil Nadu, India.

Sundar Pichai tumbuh besar dan tinggal di rumah yang sederhana di Chennai. Pichai juga sering tidur dengan saudara laki-lakinya, di ruang tamu rumah kecilnya itu.

Ayahnya bernama Regunatha Pichai, beliau merupakan seorang insinyur listrik di GEC multinasional Inggris. Sedangkan, Ibu Sundar Pichai dulunya adalah seorang stenografer, begitu seperti dikutip laman The Famous People.

Pichai sudah menunjukkan minat besarnya pada teknologi sejak usianya masih belia. Pria kelahiran India itu juga diketahui, memiliki daya ingat dan memori yang luar biasa. Pichai sangat pandai mengingat angka, bahkan ia juga bisa mengingat setiap nomor telepon yang dia panggil.

Pichai berkuliah bidang metalurgi di Institut Teknologi India Kharagpur, yang merupakan salah satu institusi teknik paling bergengsi di India.

Dikutip dari Ensiklopedia Britannica, Sundar Pichai mendapatkan beasiswa untuk belajar di Universitas Stanford jurusan ilmu teknik dan material pada tahun 1995, untuk gelar Magister of Science (MS). Sejak saat itu, Pichai tinggal dan menetap di AS.

Kemudian, ia mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) di tahun 2002, dari Wharton School, University of Pennsylvania .

Setelah menyelesaikan gelar MBA-nya, Sundar Pichai diangkat sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company.

Setelah itu, Pichai kemudian bergabung dengan Google pada tahun 2004. Saat pertama kali bekerja di Google, ia menjabat sebagai kepala manajemen dan pengembangan produk.

Awalnya Sundar Pichai bekerja di bagian Google Toolbar, yang dalam pekerjaannya memungkinkan mereka untuk menggunakan browser Web Microsoft Internet Explorer dan Mozilla Firefox, untuk mengakses mesin pencari Google dengan mudah .

Beberapa tahun kemudian, Sundar Pichai terlibat langsung dalam pengembangan browser Google Chrome, yang dirilis ke publik pada tahun 2008 yang lalu. Di tahun yang sama juga, Sundar Pichai diangkat sebagai wakil presiden pengembangan produk, dan dari situ lah CEO Google itu mulai mengambil peran publik yang lebih aktif.

Pada 2012, pria asal India itu menjadi wakil presiden senior, dan dua tahun kemudian ia diangkat menjadi kepala produk di Google.

Larry Page kemudian menjadikan Pichai sebagai penanggung jawab Android juga. Android adalah anak perusahan dari Google berupa operating system untuk smartphone. Sejak saat itu, pengaruhnya Pichai terus meningkat dan ia diangkat menjadi Product Chief pada Oktober 2014.

Pada Desember 2019, Ia juga diangkat sebagai CEO dari Alfabet menggantikan Page, yang mengundurkan diri. Artinya, Sundar Pichai yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Google, juga merangkap sebagai CEO Alphabet.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)