Kisah Inspiratif

Jatuh Bangun Crazy Rich Rusia Roman Abramovich yang Kini Berharta Rp 129 T

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 07:25 WIB
Miliarder Rusia sekaligus pemilik klub sepakbola Chelsea Abramovich hadir dalam perundingan Rusia-Ukraina di Turki. Apa perannya dalam perundingan itu?
Jatuh Bangun Roman Abramovich yang Kini Berharta Rp 129,9 T/Foto: Reuters
Jakarta -

Crazy rich asal Rusia, Roman Abramovich merupakan salah satu orang terkaya di dunia berkat ekspansinya di sektor bisnis. Berdasarkan data Forbes, total kekayaan Abramovich mencapai US$ 8,9 miliar atau Rp 129,94 triliun (kurs Rp 14.600).

Sukses menjadi salah satu orang terkaya di Rusia dan Dunia, Abramovich ditempa dalam transformasi dan masa lalu yang sulit. Miliarder asal Rusia ini menjadi yatim piatu sejak balita.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (14/6/2022), Abramovich kehilangan kedua orang tuanya sebelum usia empat tahun. Ibunya, Irina, meninggal karena keracunan darah saat Abramovic kecil berusia satu tahun.

Sedangkan ayahnya meninggal dua tahun kemudian akibat kecelakaan derek konstruksi. Mantan pemilik Chelsea FC ini kemudian dibesarkan oleh kerabat dekatnya.

Demi memenuhi kebutuhan hidup, Roman Abramovich sempat bekerja sebagai mekanik dan pedagang di jalanan. Ia pun sempat mencicipi peran sebagai penjual ban vulkanisir.

Abramovich lahir tahun 1966 dan dibesarkan kerabatnya di republik Komi, daerah utara Rusia yang membeku. Abramovich sempat mencicipi periode singkat di militer, lalu belajar sebagai insinyur. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi mekanik.

Karier Roman Abramovich sebagai pebisnis dimulai saat periode perestroika Rusia dengan menjalankan pabrik mainan anak-anak. Ia menjual bebek mainan plastik dari apartemennya di Moskow.

Saat komunisme di Rusia jatuh, ia mengembangkan usahanya di sektor perdagangan dan transportasi minyak, serta produk industri lainnya. Ia mengambil alih Sibneft, sebuah perusahaan minyak dari pemerintah Rusia yang kemudian memberinya kekayaan.

Roman Abramovich punya hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Berlanjut ke halaman berikutnya.