ADVERTISEMENT

Kisah John D. Rockfeller, Pebisnis Legend Dengan Strategi 'Gelap'

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 07:30 WIB
John D. Rockefeller
John D. Rockefeller/Foto: Dok. Wikipedia

Tahun 1870 perusahaan minyaknya direorganisasi menjadi Standard Oil Company of Ohio. Di sana dia menggandeng Pennsylvania Railroad sebagai penyedia jasa pengangkutan minyak-minyaknya. Dari situlah dia bisa memonopoli harga, karena Pennsylvania Railroad telah mengorganisir kumpulan kereta api di sekitar Ohio untuk mengangkut hasil minyak Standard Oil saja.

Sejak saat itu John berhasil menjadi salah satu pebisnis yang disegani. Bahkan Standard Oil perusahaannya berhasil menguasai 90% industri minyak di penjuru Amerika Serikat. Dirinya pun dengan berani mengontrol pasar demi membuat pesaingnya ada yang bangkrut dan perusahaannya diambil alih ke tangan John Rockefeller.

Di tengah buasnya strategi seorang John Rockefeller, namun dirinya selalu menyangkal bahwa tujuan bisnis ini adalah untuk menghasilkan uang saja. Dia bersikeras bahwa dirinya menghasilkan uang untuk kebaikan umat manusia.

Dia melihat pembangunan kekaisarannya sebagai kontribusi untuk tujuan itu, dan memang benar bahwa secara dramatis perusahaannya berhasil mengurangi harga bahan bakar untuk konsumen biasa dengan monopolinya.

Namun sayang seribu sayang, strategi gelap seorang John Rockefeller justru berhasil dihancurkan saat pemerintahan Theodore Roosevelt dengan ketransparanan dan kepercayaannya menggugat Standard Oil atas segala kesalahannya.

Singkat cerita pemerintah AS saat itu berhasil memenangkan gugatan, dan akan membubarkan Standard Oil dan memecah perusahaan tersebut menjadi 34 perusahaan kecil agar persaingan kembali terjadi.

Sejak saat itu Rockefeller mulai pensiun dan di usia tuanya. Dia memilih menjadi seorang dermawan dan kepala keluarga yang baik.
Setidaknya meskipun dalam berusaha dia selalu menggunakan cara yang gelap, kini dia menerangi banyak orang dengan kedermawanannya. Salah satunya adalah dengan mendirikan Yayasan Rockefeller pada tahun 1913, dan menjadi salah satu badan amal terbesar dan terbaik di dunia.

John meninggal di usia 97 tahun di Florida dan telah memenuhi salah satu dari dua cita-citanya dulu. Saat muda, ia ingin hidup sampai 100 tahun dan menghasilkan US$ 100.000. Dan sekarang, keluarga Rockefeller dikenal sebagai salah satu dinasti paling kaya di dunia.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT