ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Perjuangan Anak Tukang Jamu di Balik Merek Kosmetik Raksasa Dunia

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 12 Jul 2022 07:30 WIB
Shiseido Ultimune Power Infusing Concentrate
Foto: dok. Shiseido

Dari sanalah, ia menemukan toko obat AS yang memiliki air mancur soda di belakang konternya. Jadi pada 1902, dia memesan air mancur untuk apoteknya sendiri dan mulai menyajikan soda es krim. Inovasi ini menjadi yang pertama di Jepang, sehingga membuat itu orang-orang datang dari seluruh negeri untuk mencicipi dagangannya.

Air mancur soda dan es krim itu sangat populer, bahkan disebutkan dalam novel dan publikasi pada zaman itu, dengan penulis terkenal Kafu Nagai mencatat bahwa sekali Anda makan es krim Shiseido, tidak mungkin untuk makan yang lain. Dari air mancur soda tunggal itu, muncul jaringan SHISEIDO Parlor, yang kini meluas ke restoran, kafe, dan toko makanan dan minuman.

Pamor Shiseido tidak berhenti sampai di situ. Merek ini juga turut andil dalam menciptakan produk minyak rambut yang dibuat untuk menahan rambut wanita Jepang ke dalam sanggul yang menjadi populer di awal abad ke-20. Popularitas produk menginspirasi desain logo perusahaan Shiseido, tanda Hanatsubaki yang masih mewakili Shiseido hingga saat ini.

Pada 1916, setahun setelah Shinzo Fukuhara, putra Arinobu mengambil alih Shiseido, ia mulai membuat kosmetik, dan mendirikan departemen kosmetik independen dari apotek asli dengan air mancur soda itu. Dia membuka toko kosmetik ritel di lokasi terpisah di blok sebelah gedung yang ada.

Galeri Shiseido pun dibuka pada 1919 sebagai ruang untuk memamerkan barang dagangan musiman Shiseido. Hampir satu abad setelah pembukaannya, Galeri Shiseido adalah galeri nirlaba tertua di Jepang. Ini telah menyambut pengunjung yang tak terhitung jumlahnya ke ribuan pertunjukan, dan berdiri sebagai pengingat akar kreatif Shiseido, dan nilai yang diberikan Shiseido dalam memperkaya kehidupan masyarakat melalui seni.

Perkembangan Shiseido tidak berhenti sampai di situ. Jauh sebelum majalah mode pertama Jepang diterbitkan, Shiseido telah membuat majalah bernama Shiseido Geppo pada 1924 yang kemudian berkembang menjadi majalah Hanatsubaki. Majalah ini dianggap sebagai sumber utama berita tren kecantikan, mode, seni, dan budaya hingga hari ini.

Arinobu Fukuhara tidak hanya menjadi pelopor dalam dunia kecantikan, ia membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih menyenangkan dan lebih menarik bagi penduduk Tokyo dan sekitarnya. Hari ini, lebih dari 145 tahun kemudian, produknya hadir di lemari kamar mandi, tas rias, bahkan tersebar di mana-mana.


(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT