ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Tadashi Yanai, Kecil Hidup Susah di Ruko hingga Jadi Pendiri Uniqlo

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2022 07:30 WIB
CEO Uniqlo, Tadashi Yanai
Foto: Rahmi Anjani
Jakarta -

Brand fesyen ternama Uniqlo asal Jepang sudah eksis di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Di balik kesuksesannya, ada sosok Tadashi Yanai sebagai pendiri perusahaan.

Tadashi Yanai membuka toko Uniqlo pertama pada 1984 dengan nama Unique Clothing Warehouse. Sebelumnya, pria kelahiran 7 Februari 1949 itu sudah mencicipi asam manis profesi dari sales hingga penjahit.

Tadashi Yanai memang sangat bersemangat menekuni dunia bisnis sejak usianya masih muda. Usai lulus jurusan Ilmu Politik di Universitas Waseda Tokyo pada 1971, dia memulai kariernya dengan menjual pakaian pria dan peralatan dapur di Supermarket Jusco.

Setelah menghabiskan satu tahun di Jusco, dia keluar dari pekerjaan itu. Kemudian Tadashi Yanai memilih membantu usaha ayahnya di sebuah toko pakaian pria bernama Ogori Shoji yang saat ini bernama Fast Retailing.

Toko tersebut menjadi tempat berjualan ayahnya sekaligus sebagai tempat tinggal Tadashi Yanai dan keluarga. Di lantai pertama menjadi toko, sedangkan di lantai kedua menjadi rumah.

Tahun 1984 Tadashi Yanai memberanikan diri pindah ke daerah Hiroshima. Di situ lah perjalanan Uniqlo dimulai. Dari awalnya cuma toko di pinggiran kota kecil, saat itu bisa membuka puluhan toko lain.

Tadashi juga memimpin proses go public perusahaannya melalui proses IPO pada tahun 1994. Kini, perusahaannya memiliki lebih dari 2 ribu toko dan telah menjadi perusahaan pakaian terbesar keempat di seluruh Jepang.

Dilansir dari Forbes, Kamis (14/7/2022), saat ini Tadashi Yanai menempati posisi ke 54 sebagai orang terkaya di dunia. Hartanya tercatat sebesar US$ 25,8 miliar atau setara Rp 385,95 triliun (kurs Rp 14.959).

Tak hanya Uniqlo, beberapa merek ternama berada di bawah kendali perusahaan Tadashi Yanai. Mulai dari Theory, Helmut Lang, K Brand, hingga GU dengan induk Fast Retailing.

Tadashi Yanai bercita-cita ingin menjadikan mereknya sebagai yang terbesar di dunia. Itu berarti harus melampaui H&M dan Inditex (induk Zara).



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT