ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Perjuangan Penjaga Warnet Hingga Jadi Bos Raksasa e-Commerce RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 08:30 WIB
William Tanuwijaya
William Tanuwijaya/Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Tokopedia menjadi salah satu raksasa e-commerce di Indonesia. Di balik suksesnya Tokopedia, ada kisah sukses William Tanuwijaya membesut perusahaan tersebut.

Dalam sebuah kesempatan, pria kelahiran Pematang Siantar ini menceritakan perjuangannya membesut Tokopedia hingga menjadi seperti sekarang. Nyatanya ide awal Tokopedia sangat sederhana, ide awalnya muncul lantaran William sejak kecil sulit untuk membeli buku di kampung halamannya. Berawal dari masalah itu lah dia membesut Tokopedia.

"Di tahun 2007 saat Tokopedia lahir, akses barang terbatas. Buku di Medan itu lebih mahal dari Jakarta. Hampir mustahil Indonesia bangun infrastruktur merata dari Sabang sampai Merauke," katanya dalam acara DBS Asian Insights Confference yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019) silam.

William Tanuwijaya saat lulus SMA berupaya memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan keluarganya. Dia percaya kehidupan yang baik dimulai dari pendidikan yang baik pula.

Pada periode 1999 satu tahun setelah krisis moneter, banyak orang yang menghindari datang ke Jakarta. Namun saat itu dirinya justru memilih merantau dan tinggal di Jakarta.

Saat itu belum ada online travel agent, sehingga untuk ke Jakarta William Tanuwijaya menggunakan kapal laut selama empat hari tiga malam dari Belawan ke Tanjung Priok. Kemudian dia kuliah di sebuah universitas swasta di Jakarta.

Pada semester II sang ayah sakit. Saat itu dia memiliki pilihan jika ingin tetap kuliah maka dia harus mencari nafkah sendiri atau pulang ke kampung halaman.

Sempat Jaga Warnet

Akhirnya dia memilih untuk bertahan di Jakarta, namun karena minim pengalaman tidak banyak yang bisa dia kerjakan. Hingga akhirnya William Tanuwijaya menjadi penjaga warnet.

Ternyata, pekerjaannya sebagai penjaga warnet ini malah lebih banyak membuka jalan pemikiran seorang William. Sejak saat itu dia berkenalan dengan internet, yang dia sebut sebagai perpustakaan tanpa ujung.

"Saya coba melamar jadi operator warnet untuk jam 9 malam sampai 9 pagi. Di sana saya bisa menikmati internet gratis saat internet masih mahal. Saya mulai jatuh cinta kepada internet, internet buat saya perpustakaan tanpa ujung," jelas William.

William juga sempat bekerja di forum jual beli online. Saat itu dia kerap mendapati banyak komplain dari pengguna yang mengalami penipuan transaksi. Akhirnya timbul ide untuk membuat sebuah tempat yang terpercaya untuk jual beli online.

Meski sempat diragukan karena tidak ada latar belakang bisnis, Wiliam tetap nekat mewujudkan keinginanya itu. Akhirnya pada 6 Februari 2009, ia bersama Leon mendirikan Tokopedia, dan pada 17 Agustus 2009, e-commerce itu resmi diluncurkan.

Bos Tokopedia William TanuwijayaWilliam Tanuwijaya Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom

Pada bulan pertama berdiri, Tokopedia berhasil menggaet 509 merchants dengan 4.560 member. Jumlah transaksi yang dibukukan hanya Rp 33 juta.

Setahun berdiri, Tokopedia mengalami perkembangan signifikan. Mereka berhasil mengandeng 4.659 merchant dengan 44.785 members. Transaksi yang ditorehkan mencapai Rp 5,9 miliar.

Meski awalnya Wiliam mengaku sulit mendapatkan suntikan dana, berkat sejumlah pencapaian Tokopedia, sejumlah investor mulai berdatangan. Tercatat di antaranya adalah East Venture, CyberAgent Ventures, dan Softbank.

Setelah mendapatkan modal yang sangat besar, Tokopedia makin berlari kencang. Saat ini Tokopedia telah menjadi salah satu marketplace online terbesar di Indonesia.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT