ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Budiarto Halim, Bos Besar Erajaya yang Dulu Cuma Penjual HP di Toko Kecil

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 06:00 WIB
Budiarto Halim, Presiden Direktur Erajaya
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta -

Pasti sudah tidak asing lagi dengan Erafone atau toko yang menjual berbagai merek handphone. Perusahaan itu di bawah naungan kerajaan di bawah bendera PT Erajaya Swasembada Tbk.

Pendiri dari Erajaya sendiri bernama Budiarto Halim, yang saat ini juga menjadi Presiden Direktur perusahaan. Bertempat tinggal di Jakarta, Budiarto merupakan lulusan dari San Francisco State University, Amerika Serikat.

Ia lulus pada 1990 dengan gelar Bachelor of Business Administration. Budiarto juga pernah mendapatkan penghargaan The Indonesia Entrepreneur of The Year"2012 dari Ernst and Young.

Sebelum sesukses sekarang, Budiarto memulai bisnisnya dengan memiliki satu gerai HP di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Budiarto pernah bercerita, bahwa awalnya bisnis ini dimulai karena rasa penasarannya, hal ini terjadi pada tahun 1990-an. Ia sempat heran mengapa orang bisa mengeluarkan uang sebanyak apapun untuk handphone.

Saat itu, jenis telepon seluler yang beredar di Indonesia adalah AMPS, belum masuk ke jaman GSM. Awalnya ia hanya bekerja disalah satu perusahaan telepon seluler berjaringan AMPS.

"Saya dulu kerja perusahaan di AMPS. Saya tiap hari lihat kok orang sampe ngantri bawa uang Rp 17 juta untuk beli handset. Itu pada tahun 1991, 1992, Rp 17 juta itu besar loh," ungkap Budi pada tahun 2013 silam, dikutip lagi Senin (17/10/2022).

Kemudian, barulah pada 1996 Budi membangun sebuah perusahaan ritel telepon selular bernama PT Erajaya Swasembada. Pada waktu itu hanya memiliki satu gerak dan memiliki 5 karyawan saja.

Awalnya, Erajaya hanya bergerak sebagai perusahaan yang mendistribusikan dan menjual produk saja. Berjalannya waktu, Budi berinovasi di mana Erajaya kini menjadi ritel khusus dari merek handphone terkenal, mulai dari BlackBerry, Samsung, Nokia, dan bahkan Apple.

Budi mengakui lini bisnis yang dia bangun ini banyak memiliki tantangan. Bagaimana tidak, di Jakarta saja pusat-pusat perbelanjaan elektronik khususnya handphone banyak bisa ditemukan, mulai dari Roxy dan Glodok.

Meski begitu, Budi memiliki cara sendiri untuk membangun perbedaan dengan pesaingnya. Salah satunya menyediakan handphone contoh yang bisa dicoba oleh pelanggan.

"Lebih mahal dikit, nggak apa-apa deh yang penting nyaman. Kita juga jual barang yang original," lanjutnya, kala itu.

Dalam catatan detikcom, pada 2013 saja Budiarto sudah memiliki 4.000 karyawan di 400 toko miliknya di seluruh Indonesia. Kemungkinan saat ini tokonya sudah lebih banyak lagi.

Saat ini, Budiarto Halim menjabat sebagai Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk. Erajaya bergerak di bidang distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi seluler, seperti ponsel dan tablet, kartu modul identitas pelanggan (SIM Card), isi ulang voucher operator jaringan seluler, aksesori, perangkat Internet of Things (IoT) dan Google Play.

Tidak hanya bergerak di industri telepon seluler, Erajaya kini merambah lini bisnis sepatu olahraga melalui anak perusahaannya Erajaya Active Lifestyle ("EAL"). Melalui anak usaha itu, perusahaan menggandeng perusahaan asal Jepang yang memiliki merek olahraga ASICS. Kerja sama dilakukan mulai tahun ini, yang ditandai dengan toko pertama yang dibuka pada Juli 2022 lalu.

Erajaya Active Lifestyle adalah entitas anak usaha Erajaya Group yang fokus di kegiatan marketing, distribusi dan jaringan ritel produk active lifestyle, termasuk produk Internet of Things (IoT) dan ekosistem-nya, perangkat lifestyle, smart home dan produk-produk active fashion.

Saat ini EAL dipercaya menjadi perwakilan merek-merek ternama seperti Apple, DJI, Garmin, Google, GoPro, JBL, Samsung, Sony, Xiaomi, dan banyak lagi merek global lainnya. Erajaya Active Lifestyle mengoperasikan 34 outlet ritel di bawah bendera Urban Republic, Garmin Brand Stores and DJI Experiences Store.

(ada/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT