Hard Skill Vs Soft Skill, Mana yang Lebih Penting untuk Karyawan?

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Rabu, 13 Okt 2021 11:39 WIB
Hard Skill
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Di dalam dunia pekerjaan ada 2 skill yang harus dimiliki oleh seorang karyawan. Kedua skill tersebut ialah hard skill dan juga soft skill.

Hard skill adalah keahlian khusus yang dimiliki oleh sebagian orang dan merujuk pada posisi pekerjaan tertentu, sedangkan soft skill sifatnya lebih general dan berkaitan dengan kepribadian. Skill ini biasanya merujuk pada kemampuan Anda dalam berinteraksi dengan orang lain.

Namun, sebetulnya mana yang lebih penting untuk dimiliki oleh seorang karyawan?

Cakupan Skill

Melansir Financial Express, hard skill merujuk pada kemampuan atau keahlian yang spesifik dan cenderung mudah diukur. Sebut saja keahlian mengoperasikan suatu software, kemampuan menulis, ahli statistik, dan lainnya.

Sementara soft skill dinilai lebih sulit untuk diukur karena berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kesabaran, kepemimpinan, etika kerja, hingga mengambil keputusan.

Perannya bagi Perusahaan

Selama ini, perusahaan hanya fokus pada hard skill yang dimiliki karyawan. Bahkan, karyawan baru pun akan diberikan pelatihan guna meningkatkan hard skill mereka. Sayangnya terkadang perusahaan lupa akan pentingnya soft skill.

Padahal faktanya, soft skill cukup krusial untuk dimiliki karyawan. Apalagi untuk perkembangan perusahaan ke depan. Karyawan dengan hard skill mumpuni dalam suatu bidang bisa jadi kurang dari sisi soft skill. Hal ini bisa saja mengganggu budaya perusahaan yang selama ini sudah berjalan. Namun, karena keterampilan teknis tadi, karyawan seperti itu sangat diperlukan. Jadi mau tidak mau perusahaan harus memaklumi karena mereka adalah aset berharga.

Mudah Tidaknya Dilatih

Berdasarkan data lebih mudah bagi perusahaan untuk meningkatkan hard skill karyawan. Lewat sederet program pelatihan, karyawan bisa dengan mudah mempelajari kemampuan teknis tertentu hingga mahir.

Sebaliknya, soft skill cenderung lebih sulit untuk dilatih dan dipelajari. Skill ini perlu kemampuan yang bertumbuh seiringan dengan bertambahnya pengalaman dan kedewasaan.

Dengan melihat poin ini, maka calon kandidat yang akan melamar kerja sebaiknya merangkum dengan baik skill yang paling dicari oleh perusahaan. Tuliskan hard skill dan soft skill yang Anda miliki yang sesuai dengan posisi yang dituju. Untuk memperkuat CV atau resume, boleh ditambahkan list transferable skill atau skill yang dibutuhkan di hampir semua industri.

Hal yang sama perlu diperhatikan oleh recruiter dalam mencari calon pegawai untuk sebuah perusahaan. Sebab, bila kedua skill ini tidak dimiliki, maka ditakutkan dapat membuat perusahaan goyah. Susun sebuah form penilaian dan beri bobot yang sesuai untuk masing-masing skill. Apabila pekerjaan tersebut lebih membutuhkan hard skill, maka perusahaan bisa memberikan porsi lebih besar dalam penilaian sekitar 75 persen. Baru sisanya yang 25 persen diberikan untuk soft skill pelamar kerja untuk diobservasi selama kegiatan wawancara.

Agar pencariannya sesuai dengan kriteria, perusahaan bisa berpartner dengan Jobstreet. Sebagai partner rekrutmen terdepan di Indonesia, Jobstreet menjadi pilihan yang tepat bagi perusahaan mulai dari perusahaan besar hingga UMKM yang sedang mencari karyawan kompeten dan sesuai kriteria.

Sebagai partner rekrutmen, Jobstreet menawarkan berbagai paket cukup dengan mengirimkan WhatsApp, mulai dari pemberian iklan gratis bagi pengguna baru ( Lite Ad), Branded Ad, Premium Ad, hingga Premium Plus Ad dimana perusahaan akan didampingi oleh konsultan talent yang akan membantu dalam menyeleksi kandidat.

(ncm/ega)