5 'Drama' UMKM Saat Rekrut Karyawan Baru

Jihaan Khoirunnissa - detikFinance
Minggu, 26 Sep 2021 12:00 WIB
Ilustrasi Rekrutmen Karyawan
Foto: Shutterstock
Jakarta -

UMKM menjadi sektor yang cukup terdampak akibat pandemi COVID-19. Kini, perlahan namun pasti pelaku UMKM bisa mulai bangkit, dan sebagian di antaranya kembali merekrut karyawan.

Untuk itu, agar bisa terus berkembang dan bertumbuh diperlukan strategi bisnis yang tepat. Selain digitalisasi, SDM unggul dan berkualitas digadang-gadang jadi salah satu kunci bagi keberlangsungan bisnis di masa pandemi, terutama bagi bisnis dengan skala kecil dan menengah.

Namun, mencari kandidat yang tepat bukanlah perkara yang mudah dan terkadang penuh drama atau tantangan tersendiri, utamanya bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang minim pengalaman dalam mengelola sumber daya manusia.

Seperti Apa Drama UMKM saat Merekrut Karyawan Baru?

Berdasarkan survei dari National Federation of Independent Business ditemukan 42 persen pelaku UMKM memiliki lowongan kerja yang tak kunjung terisi selama pandemi COVID-19. Selain itu, dikutip dari laman resmi CNBC, ternyata 90 persen di antaranya tidak dapat menemukan kandidat SDM unggul yang sesuai dengan kualifikasi lowongan.

Hasil serupa juga didapatkan oleh Survei iHire yang menyebut 64,2 persen pelaku usaha kecil kesulitan dalam menarik kandidat unggulan. Namun, sebetulnya apa saja drama yang dihadapi UMKM dalam merekrut karyawan terbaik?

1. Kesulitan Menyusun Job Description

Meski terkesan sederhana, namun hal ini memiliki peranan besar dalam strategi bisnis Anda. Mengutip Forbes, penyusunan deskripsi pekerjaan yang baik pada lowongan dapat membantu pelaku usaha dalam menemukan kandidat potensial. Tentunya kandidat yang memiliki kemampuan dan keahlian yang lebih spesifik di ranah tertentu.

Untuk itu penting bagi perusahaan menulis job description dengan rinci dan jelas sehingga diharapkan bisa menyaring calon karyawan yang sesuai dengan kualifikasi. Namun sayang, masih banyak UMKM yang tak paham mengenai cara merinci job description yang benar sehingga menyulitkan dalam merekrut calon karyawan.

2. Tak Pandai Membaca Potensi Pelamar

Dalam merekrut karyawan, perusahaan tak hanya harus mencari SDM unggul, misalnya saja dengan melihat IPK sebagai salah satu indikatornya, atau dengan melihat skill dan kemampuan yang kandidat miliki. Namun lebih dari itu, perusahaan harus memiliki pandangan yang visioner dengan melihat potensi mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Adakah peluang bagi mereka untuk mengembangkan diri sekaligus mendorong kemajuan usaha lewat berbagai strategi bisnis yang dijalankan? Namun kenyataannya, sulit bagi pemilik usaha untuk menerka dan melihat potensi dalam diri pelamar dalam 2-5 tahun ke depan. Apalagi bagi Anda yang masih awam dan belum berpengalaman dalam merekrut karyawan.

3. Sulit Membedakan Core dan Trainable Qualification

Drama lainnya, meski sudah membuka lowongan, tidak sedikit pelaku UMKM yang terkendala karena tak kunjung menemukan kandidat yang kompeten dan sesuai kualifikasi. Hal ini terjadi karena perusahaan seringkali tak bisa membedakan antara kualifikasi dasar dan kualifikasi yang dapat dilatih serta dikembangkan.

Padahal kedua kualifikasi tadi penting karena dengan mengetahuinya akan semakin memperluas jangkauan calon kandidat. Anda pun tidak akan mudah mendiskualifikasikan kandidat hanya karena belum familiar dengan tugas tertentu. Bisa jadi mereka hanya perlu dibimbing agar dapat berkembang menjadi lebih baik.

4. Salah Rekrut Karyawan yang Tidak Kompeten

Kebanyakan pelaku UMKM kesulitan dalam merekrut karyawan yang sesuai kriteria, terutama untuk posisi tertentu. Sayangnya banyak pelaku usaha kecil yang tidak berhati-hati dan gegabah dalam mencari kandidat. Alhasil Anda malah menyaring calon karyawan yang bahkan tidak tahu role atau peran pekerjaan yang mereka lamar.

Agar bisa mendapatkan kandidat kompeten yang sesuai kebutuhan, perusahaan bisa memasukkan detail lainnya dalam lowongan pekerjaan, mulai dari kualifikasi yang diperlukan serta range gaji yang dapat Anda tawarkan. Dengan begitu diharapkan hanya kandidat potensial yang terpilih untuk melaju ke tahap rekrutmen selanjutnya.

5. Kalah Bersaing dengan Perusahaan Besar

Tidak sedikit pelaku usaha kecil yang mengalami penurunan bisnis di masa pandemi. Di saat sudah bisa perlahan bangkit dan mengembangkan usahanya, kini UMKM dihadapkan pada 'drama' lainnya, salah satunya dalam hal merekrut karyawan. Anda harus bisa bersaing dengan perusahaan besar jika ingin mendapatkan calon kandidat terbaik.

Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil mesti berpikir keras untuk menarik para kandidat bergabung di perusahaan mereka. Namun jangan khawatir karena UMKM tetap dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar kok. Salah satunya dengan berpartner dengan Jobstreet untuk memperluas keterpaparan kandidat akan informasi lowongan pekerjaan di bisnis Anda. Dengan begitu akan mempermudah proses rekrutmen SDM unggul sehingga lancar dan bebas drama.

Sebagai partner rekrutmen, Jobstreet menawarkan berbagai paket, mulai dari iklan gratis bagi pengguna baru ( Lite Ad), Branded Ad, Premium Ad, hingga Premium Plus Ad yang memberikan fasilitas pendampingan konsultan rekrutmen untuk membantu dalam menyeleksi kandidat. Selain itu, Pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi penting dalam portal Laws of Attraction yang dapat membantu menarik dan merekrut kandidat terbaik untuk UMKM. Bebaskan diri Anda dari drama rekrutmen dengan JobStreet.

Tonton juga video wawancara Viral tentang kehidupan tukang las bawah laut di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)