Detik Sore
Video: RI Rugi Triliunan Jika Berstatus Standalone Market!
Saat masyarakat masih menganalisis alasan ultimatum MSCI untuk menurunkan status IHSG pekan lalu, muncul gebrakan dari eks Menteri Perdagangan RI era SBY dan Jokowi, Muhammad Luthfi. Mengutip detikFinance, Luthfi menuding adanya campur tangan Singapura terhadap keputusan MSCI untuk menurunkan status IHSG ke level Standalone Market.
Luthfi menyebut, Singapura menekan MSCI melalui Government of Singapore Investment Corporation GIC untuk menurunkan status pasar modal Indonesia agar muncul kepanikan di pasar saham. Muaranya, investor asing bisa kembali membeli saham Indonesia dengan harga murah. Tudingan ini kemudian disanggah oleh BEI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik meyakini jika MSCI bekerja secara independen. Tidak menanggapi lebih dalam soal pernyataan Luthfi, ia menyebut jika saat ini BEI memilih fokus pada langkah-langkah teknis untuk memperbaiki pasar modal Indonesia. Apakah gejolak ini hanya merupakan persoalan teknis pasar modal, atau sudah menyentuh kredibilitas kebijakan ekonomi dan institusi Indonesia di mata investor dan bermuara pada hambatan pertumbuhan ekonomi? Ikuti diskusinya bersama Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































