Wawancara Khusus Bos J&T

Buka-bukaan Bisnis Ekspedisi di Tengah Pandemi, Untung Atau Buntung?

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 06:39 WIB
CEO J&T Robin Lo
Foto: CEO J&T Robin Lo
Jakarta -

Bisnis logistik menjadi salah satu bisnis yang mendapat berkah selama pandemi COVID-19 ini. Sebab, banyak orang di rumah saja membuat transaksi kirim-kirim barang meningkat tajam. Apalagi, ada momentum bulan puasa dan lebaran pada awal-awal pandemi lalu. Hal ini dirasakan oleh salah satu pelaku bisnis logistik di Indonesia yakni J&T Express.

Lalu, seberapa besar peningkatan transaksi yang dirasakan J&T Express selama pandemi COVID-19 ini? Bagaimana perusahaan itu menangani lonjakan transaksi di saat pembatasan wilayah selama pandemi?

Simak wawancara eksklusif detikcom dengan CEO J&T Express Robin Lo.

Sempat mengalami penurunan transaksi tidak saat awal-awal pandemi?
Sebenarnya kalau yang saya lihat kalau dibilang penurunan enggak ya, cuman pertumbuhannya lebih stagnan aja atau tidak bergerak tapi itu cuma dalam waktu singkat. Paling cuma sekitar 1 minggu habis itu normal lagi kembali, malah meningkatnya lebih tinggi

Penurunan transaksi paling dalam terjadi di bulan apa waktu itu? Berapa lama? Dan berapa dalam penurunannya?
Kalau saya bilang bukan penurunan ya, kalau yang saya lihat itu stagnan atau tidak meningkat.

Apa yang dilakukan J&T Express saat transaksinya melambat atau stagnan tadi? Sempat merumahkan karyawan tidak?
Tidak. Sebenarnya kita tidak pernah merumahkan karyawan karena sebenarnya bisnis logistik ini termasuk dari 11 industri yang memang diperbolehkan pemerintah berjalan terus. Cuman mungkin di awal-awalnya itu yang lebih kita perhatikan adalah gimana kita istilahnya memberikan solusi untuk masalah ini. Contohnya karena masih baru-baru kita agak bingung dari sisi pemakaian masker, dari sisi di mana kita harus setiap paket itu harus kita disinfektasi dulu dan lain sebagainya. Sebenarnya lebih kepada fokus pengarahan tim ke arah lebih kesehatan sih daripada kita bilang meningkatkan pengiriman kita.

Jadi untuk awal-awalnya itulah solusi yang kita lakukan. Jadi misalnya karyawan kita semuanya wajib pakai masker, terus barang-barang yang lewat pusat sortir harus disinfektasi dulu ya misalnya kita seminggu sekali kita setiap kantor dan gudang itu kita juga melakukan disinfektasi. Itu sih yang kita lakukan

Bila mengalami peningkatan transaksi selama pandemi, berapa tajam pertumbuhannya?
30-40%

Faktor apa saja yang membuat transaksi bisnis logistik meningkat selama pandemi?
Kalau strategi khusus sebenarnya tidak terlalu. Yang pertama adalah memang karena masalah konsumsi yang dari awalnya metodenya banyak pembelian offline itu sekarang beralih ke online.

Dan kebetulan kan tahun ini sebenarnya J&T express itu sudah 5 tahun jadi memang dari mulai bulan Juli itu kita melakukan program-program customer-customernya J&T jadi menurut saya ya itu juga salah satu faktor lah yang membantu peningkatan kita.

Sejak kapan transaksi J&T express mulai mengalami peningkatan selama pandemi ini?
Jadi kalau saya bilang itu kita kan perbandingannya dibanding tahun lalu dengan periode yang sama, jadi kita melihat bahwa peningkatan itu kalau saya lihat peningkatan itu kalau saya lihat ya terjadi dari bulan April dan Mei. Tapi sebenarnya kalau tahun-tahun sebelumnya yang kita lihat juga sama. Karena April dan Mei itu kan puncak-puncaknya menjelang Idul Fitri. Nah walaupun kita bilang tahun ini Idul Fitrinya tidak ada libur panjang, tapi sebenarnya peningkatan itu tetap terjadi.

Cuma yang tahun ini agak beda yang biasanya kalau Idul Fitri meningkat dan di bulan Juni itu menurun ya di tahun ini kita melihat ya bahwa bulan Juninya tidak terlalu menurun.

Jenis barang seperti apa yang paling banyak ditransaksikan konsumen sepanjang pandemi ini? Berapa persen peningkatannya?
Kalau dari sisi jenis barang itu kita tidak terlalu tau ya. Tapi seperti yang kita lihat dan kita tahu bahwa di e-commerce itu sekarang yang meningkat ya barang-barang FMCG (Fast moving consumer goods) atau konsumsi. Itu cukup meningkat, nah itu bisa dilihat dari adanya peningkatan berat kirimannya kita. Kalau tahun-tahun sebelumnya itu lebih banyak di sisi kosmetik. Jadi kosmetik itu kan kecil dan ringan. Sedangkan kalau FMCG itu kan biasanya lebih berat gitu. Jadi ya makanya data yang kita lihat dengan apa yang kita ketahui di data yang ada itu sesuai. Jadi misalnya karena barangnya FMCG maka berat di sisi kita itu meningkat.

Alasan peningkatan transaksi jenis barang-barang tersebut apa ya kira-kira?
Karena kan masalah COVID-19 ini kan masyarakat itu tidak keluar rumah ya, jadi otomatis mereka itu akan terbiasa bahwa belanja itu perlahan-lahan itu mulai shifting ke e-commerce, misalnya mau beli snack atau mau beli indomie dan lain sebagainya, dan itu juga didukung karena e-commerce platform saat ini itu banyak melakukan promosi ya atau subsidi terhadap ongkos kirim, jadi sehingga memungkinkan para pembeli itu banyak membeli dari e-commerce platform.

Bagaimana J&T Express menangani peningkatan transaksi selama pandemi ini? Sempat kewalahan nggak?
Enggak sih. Bagi kita sebenarnya kita tidak kewalahan, mungkin cuma di awal-awal karena ketika itu kan gara-gara, karena gini, pengiriman J&T express itu banyak menggunakan mode pesawat terbang. Nah di awal-awal itu, di awal April itu banyak jalur-jalur pesawat yang karena tidak ada penumpang itu banyak yang tidak terbang. Nah itu kita agak sedikit kewalahan. Tapi perlahan-lahan kemudian sebenarnya dari pihak airlines-nya sendiri sudah memberikan solusi. Misalnya mereka menggunakan pesawat penumpang itu dijadikan jadi pesawat kargo.

Itu kan juga solusi. Jadi bagi kita ketika solusi itu sudah ada, ya kita tidak terpengaruh sih.

Bagaimana J&T Express menangani peningkatan transaksi pada jenis barang tersebut (yang paling banyak ditransaksikan selama pandemi)?

Jadi untuk menangani peningkatan itu, ya sebenarnya bagi kita hal biasa ya. Jadi ketika misalnya setiap tahun menjelang idul fitri atau menjelang natal dan tahun baru itu kan peningkatannya luar biasa. Nah itu kita selalu menyediakan misalnya infrastruktur kita yang lebih baik lagi. Misalnya, dua bulan sebelumnya kita sudah mulai tambah karyawan, kita sudah mulai tambah mobil. Kita sudah mulai, misalnya kalau tempat lebih kecil kita sudah mulai perluas. Nah itu sebenarnya 3 hal penting bagi ekspedisi supaya ketika pengiriman tambah banyak itu kita terjadi yang namanya overload.

Saat orang PHK, J&T malah nambah karyawan?
Benar. Justru kita di bulan April, Mei, Juni itu kita nambah terus karyawan kita. Karena kan memang itu peak seasonnya bagi kita.

Berapa banyak penambahan karyawan?
Biasanya penambahan kita bisa kurang lebih 20%

Dengan peningkatan transaksi sepanjang pandemi ini, berapa target pertumbuhan J&T Express secara keseluruhan sampai akhir tahun 2020 nanti?
Sampai saat ini tidak ada perubahan target. Target kita masih tetap sama, setiap tahun itu biasanya target kita peningkatan 100% dari tahun sebelumnya.

Sudah sampai 100% dari tahun sebelumnya?
Belum

Apa saja strategi J&T Express untuk memastikan bahwa barang yang dikirim terbebas dari kontaminasi pandemi COVID-19?
Jadi ketika mulai terjadi pandemi COVID-19 ini kita sudah di setiap pusat sortirnya kita, biasanya kita akan melalui proses yang namanya disinfektasi. Jadi barang-barang itu akan disemprot dengan cairan disinfektan setelah itu kita akan tempel label bahwa barang ini sudah melalui proses disinfektan.

Terus misalnya dari sisi kurir kita, dari sisi barang sortirnya kita itu biasanya kita minta mereka harus pakai masker, harus pakai sarung tangan jadi itu kan tidak ada yang namanya sentuhan-sentuhan. Dan itu kita mau memberikan satu rasa aman terhadap customer kita bahwa barang yang dikirim dari J&T itu sebenarnya sudah terbebas dari COVID-19.

Apa upaya J&T express untuk menjamin karyawan atau kurir terbebas dari penularan COVID-19?
Ya dari awal itu kita selalu menyediakan masker gratis, handsanitizer gratis, bahkan kita itu ada pemeriksaan rapid test secara berkala terhadap staf dan karyawan kita.

Dengan kesuksesan J&T express sejauh ini, apakah ada niat untuk melantai di bursa/IPO? Kalau ada kapan kira-kira mau IPO? Kalau tidak kenapa?
Sebenarnya di planning kita sendiri belum ada ke arah IPO karena menurut kita ke arah IPO itu tidak gampang ya, sebenarnya J&T itu sekarang itu lebih fokus perbaikan pelayanan dan ekspansi ke negara-negara lain dulu. Jadi kita tidak mau bahwa kita buru-buru IPO belum mau.

Pada Maret lalu kan J&T Express resmi masuk pasar China. Nah bagaimana perkembangan bisnis J&T Express di sana selama pandemi ini? Apakah sempat terkendala kebijakan lockdown di sana? Atau justru mengalami peningkatan transaksi serupa yang terjadi di Indonesia?
Jadi di China itu sebenarnya kita bulan Maret ini baru benar-benar mulai operasional. Ya sama bahwa di awal bulan Maret itu ketika kita mulai pas banget bahwa kita terkena kondisi lockdown yang waktu itu cukup ketat. Tapi sebenarnya menurut kita itu juga satu kesempatan bagi kita untuk berkembang. Di mana banyak perusahaan-perusahaan gede lainnya yang ketika terjadi COVID-19 itu mereka itu melamban dalam arti karena mereka di lock kan, jadi mereka itu melamban. Jadi ketika mereka melamban, nah kita mulai, kita jadinya punya kesempatan.

Nah perkembangan kita sampai saat ini sebenarnya cukup memuaskan ya. Karena kan di China itu sendiri sudah tidak ada lockdown dan mereka itu bahkan di sana sudah banyak yang tidak pakai masker gitu. Sudah mulai bebas jadi perkembangan kita di sana itu cukup bagus.

Berapa transaksi per hari di sana?
Transaksi di sana itu sekarang itu kurang lebih satu hari di atas 5 juta paket

Di Indonesia berapa?
Di Indonesia kita sekarang sehari itu kurang lebih 1,7 juta paket

Bagaimana dengan yang ada di Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand dan Singapura? Boleh dijabarkan masing-masing perkembangan di sana seperti apa? Ada peningkatan transaksi juga? Berapa besar peningkatannya?
Sebenarnya sama peningkatan transaksinya kalau kita lihat itu kurang lebih sama seperti di Indonesia.

Rata-rata 30-40%-an ya?
Iya.

Boleh dijabarkan tantangan di masing-masing negara tersebut seperti apa?
Sebenarnya kalau saya jabarin satu per satu itu agak susah ya. Tapi ya sebenarnya simple. Ketika kita masuk ke negara-negara lain, menurut saya itu ada beberapa tantangan utama. Yang pertama adalah kita bilang letak geografis yang berbeda, tapi bagi kita itu hal bagus, kayak pertama kali kita mulai itu sudah di Indonesia yang notabene nya kita terdiri dari 17.000 lebih pulau kan. Jadi sebenarnya ketika kita misalnya masuk ke Malaysia, Thailand itu bagi kita sudah cukup mudah. Karena mereka itu negara daratan bukan negara kepulauan seperti Indonesia.

Sedangkan yang cukup mirip dengan Indonesia seperti Filipina, juga sebenarnya Filipina itu kan tidak segede Indonesia. Jadi sebenarnya, tantangan secara geografis itu masih Oke ya.

Kedua bagi kita sebenarnya tantangan secara kebudayaan. Karena mungkin kebudayaan masing-masing negara itu kan beda, atau mungkin kebudayaan masing-masing kota itu beda. Itu yang menurut saya agak susah. Jadi misalnya kebiasaan karyawan di Indonesia itu sama kebiasaan karyawan di Vietnam atau Thailand itu beda-beda. Nah itu menurut saya cuma perlu kita butuh waktu penyesuaian doang yang lainnya sebetulnya tidak ada lagi.

Ketiga adalah gimana cara kita harus mengikuti kebijakan pemerintah yang berbeda-beda di negara yang berbeda-beda, dan itu juga sebenarnya cuma masalah waktu. Menurut saya ketika kita ekspansi ke negara lain cuma ada 3 poin penting ini jadi geografi, kebudayaan sama pemerintah.

Ada rencana ekspansi ke negara lain selain yang sudah diduduki saat ini? Negara apa? Dan kapan mau mulai ekspansi lagi? Kalau tidak ada alasannya apa?
Jadi saat ini sebenarnya kita belum ada rencana karena kenapa, karena yang kita mau adalah saat ini kita mau stabilkan market kita di China dulu. Dan semua orang tau bahwa market di China itu adalah market paling kompetitif di dunia. Jadi menurut kita kalau kita belum bisa stabil di China maka kita tidak akan berani ekspansi ke negara lain.

Kalau belum ada niat ekspansi, apa saja rencana bisnis J&T express dalam waktu dekat ini?
Jadi target kita ketika kita masuk di setiap negara itu kita selalu mau menjadi minimal top 2 atau top 3 daripada logistik atau pengiriman di negara tersebut. Jadi target kita selalu sama kalau suatu saat kita sudah bisa jadi top 2 atau top 3 itu kita bakal ekspansi lagi ke negara lain



Simak Video "Sara Djojohadikusumo: Politik Perempuan, Anak, dan Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)