Wawancara Khusus

Menristek Buka-bukaan soal Startup hingga Deteksi COVID-19 dari Napas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 08:15 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (10/5/2019). Agung Pambudhy/Detikcom.
Menristek Bambang Brodjonegoro/Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Kamu tahu kan H&M itu kan fashion yang mengembangkan Swedia. Orang terkaya di Swedia saat ini nggak ada pabrik garmen. Kuncinya dia pegang kreatifnya dalam bentuk riset desain fashion dia kembangkan desain fashion yang cocok untuk anak muda, musim dan kebutuhan. Dia tahu persis yang harus dipahami yang dapat nilai tambah terbesar ini adalah pemegang merk yang lakukan produk development.

Yang pegang desain itu yang nilai tambahnya besar. Bukan di pabrik, yang besar adalah brand desain dan product development. Swedia luar biasa baik H&M dan IKEA yang produsen furnitur. Bukan karena furnitur besar dia buat desain di awal dan marketing di akhir. Distribution itu terakhir dari IKEA.

Di tengahnya proses produksi berbagai pabrik di Indonesia. Paling kaya di Indonesia bukan bagian tertentu di furnitur IKEA. Di situ esensi ekonomi dan inovasi. Kita kuasai hulunya karena hulu di sini yang ada di sumber daya manusianya produk development.

Bagaimana upaya pemerintah untuk mengarahkan SDM orang Indonesia agar fokus kepada pengembangan teknologi?
Di revolusi industri keempat, manusia Indonesia sudah punya basic talent ya terutama di segi kreatifnya ada sudah punya kemampuan, sedangkan digitalnya. Punya kemampuan cuma memang secara kuantitas kurang. Kita masih perlu tambah jumlah orang, teknisi engineer, maupun pengusaha yang mau kembangkan ekonomi kreatif dan digital.

Ada tiga kelompok. Pertama teknisi yang lahir dari sekolah vokasi. Engineer dan programmer lahir dari university. Pengusahanya kalau hanya teknisi dan engineer kita istilahnya lebih ke ahli komputer tapi nggak bisa naikkan nilai tambah, karena perusahaannya milik orang lain. Esensi inovasi yang punya brand dan product development dan desain itu yang paling kaya.

Selain cetak lebih banyak teknisi di sekolah vokasi kita kalau bisa heavy ke digital apakah coding dan lainnya. Engineering juga penting, product development datangnya dari pengusaha tapi kan harus ada yang mengerjakan.

Yang bisa bawa teknologi ke market jadikan produk kompetitif harus ada entrepreneur-nya. Startup itu pengusaha yang berbasis teknologi. Dengan startup diharapkan makin banyak yang lahir di Indonesia. Kita kekurangan pengusaha yang mau masuk ke bidang digital dan kreatif tadi. Karena risiko besar. Bisa lihat bagaimana perkembangan zaman itu pengaruhi orang terkaya di dunia.

Waktu revolusi industri ketiga Bill Gates itu nggak ada lawannya jadi orang terkaya. Tapi begitu revolusi industri keempat Jezz Bezos Amazon langsung core digital dan product development dari Amazon sendiri. Orang-orang ini pasti melakukan riset, meskipun marketing riset dan menghargai riset. Itu pengusaha yang kita inginkan. Yang inovatif dan mau bawa hasil riset suatu produk dan daya saing bagi mereka.

Berapa banyak startup yang dibutuhkan oleh Indonesia agar bisa mendorong ekonomi berbasis inovasi?
Begini kalau startup bisa jumlah dan kualitasnya, kalau saya lihat secara jumlah makin banyak di program kami Kemenristek Inovasi Indonesia. Banyak teknologi digital untuk mencoba bawa produknya yang bisa menembus pasar. Kita juga ingin jadi semakin besar. Ada startup yang masuk jajaran orang terkaya lah misalnya.

Saya yakin gairah jadi startup pasti lebih tinggi dari Indonesia. Karena yang kuasai aset di AS itu ya Google dan Facebook mulai dari mahasiswa langsung ciptakan bisnis yang besar. Tentu itu diharapkan akan menular ke startup lainnya.

Intinya segi jumlah butuh banyak. Kalau dari segi jumlah belum tahu jumlah berapa. Indonesia kekurangan entrepreneur. Ya kalau 1% dari jumlah penduduk ya mayoritas inginnya startup karena untuk masa depan akan semakin kuat persaingannya. Pengusaha berbasis teknologi ini yang akan melampaui persaingan di masa depan.

Kita harus dorong pengusaha yang mantap di bidang teknologi ini bisa naik ke atas. Indonesia itu kalau orang terkaya relatif statis ya, dari zaman saya kuliah dulu profilnya nggak banyak gonta-ganti ranking aja. Dari nama pengusahanya, grup usaha, bidang usahanya nggak terlalu dinamik. Tapi yang minyak mungkin agak surut, kalau dulu ritel tidak diperhitungkan tapi sekarang jadi kuat.

Tidak seperti di AS atau Swedia. Dulu mungkin di Swedia yang kaya yang punya Volvo, tapi sekarang yang kaya H&M. Di Jepang itu kan ada merk Toyota, Sony segala macam. Tapi sekarang orang terkaya di Jepang pemilik Uniqlo. Meski ritel ini ritel yang beda kedepankan ekonomi kreatif.

Diharapkan Indonesia ada pergerakan seperti ini lebih banyak contoh sukses yang jadi unicorn dan decacorn. Ketika nama dimasukkan ke daftar orang terkaya top 50 aja belum mungkin. Masih sektor ritel, rokok dan bidang lainnya.

Apakah inovasi berbasis teknologi ini bisa membuat masyarakat sejahtera? Bagaimana caranya?
Segala macam produk yang menggunakan pendekatan teknologi. Ini membuat masyarakat nyaman sebagai pengguna. Teknologi digital yang awalnya disebut menciptakan pengangguran, tapi sebenarnya efisiensi.

Ada startup yang dibina untuk mengembangkan nelayan. Selama ini nelayan dari laut ikan segar dijual ke pelelangan ikan atau pedagang perantara. Kalau itu kan masih panjang jalannya. Dia akan ke wholesaler yang besar, ritel ke pasar dan baru ke supermarket restoran dan pembeli akhir.

Kesejahteraan akan jelek dan jadi kelompok termiskin. Bukan karena salah mereka tapi karena rantai tata niaga yang panjang. Nah di akhir ini pembeli juga mendapatkan harga yang tinggi mahal.

Dengan pendekatan digital, nelayan tangkap ikan segarnya, dengan marketplace dia bisa jual langsung di akhir. Ada ikan tuna dan kerapu bisa langsung beli dan dideliver dan nanti si perusahaan digitalnya itu harus siapkan delivery servis yang dibuat adalah jenis kerjaan baru yang ciptakan lapangan kerja baru.

Ikan kan bukan pekerjaan biasa tapi khusus harus ada cold storage moveable yang bisa tahan ke pembeli akhir. Kalau rantai tadi dipotong dengan digital bisa sejahtera petani atau nelayan, customer juga bisa beli dengan harga lebih murah.

Produsen income lebih besar, konsumen harganya lebih rendah. Jadi dua duanya lebih baik kan kalau dengan rantai niaga yang panjang. Banyak sekali manfaat digital. Dalam masa pandemi ini yang selamatkan ekonomi digital less contact ekonomi. Bisa dilakukan pembelian online delivery sistem logistik dan bisnis jalan transaksi jual beli terjadi dan tetap bisa produktif di bidangnya masing-masing. Kita harus melihat kehadiran inovasi di bidang teknologi digital akhirnya kenyamanan konsumen dan kesejahteraan masyarakat sendiri.

Indonesia sudah berhasil menciptakan alat kesehatan pendeteksi Corona, bagaimana ke depan? Apalagi yang akan dikembangkan?
Begini, untuk inovasi itu jangan berhenti, kalau jedanya terlalu panjang maka akan ada orang lain yang melakukan. Sama juga seperti membuat alat ini, relatif singkat 3-4 bulan untuk tes menggunakan antibodi.

Ventilator, PCR, dan produk lainnya. Kita tidak boleh berhenti. Rapid test ada yang lebih akurat lebih tinggi sensivitasnya. Di alat rapid test yang terbaru ini membantu tahu kondisi kita yang sebenarnya tapi ini masih antibodi ya.

Sekarang lebih berkembang lagi antibodi diperbaiki sudah ada inovasi baru dari UGM GeNose apakah dia terinfeksi dari hembusan napas, cukup hembuskan napas kita nanti dianalisa mesin berbasis AI kurang dari 2 menit apakah orang ini COVID atau tidak. Ini sudah uji klinis tahap 1 97% akurasinya. Kita ingin uji klinis yang lebih besar dan komprehensif dibandingkan PCR test sehingga ketahuan berapa sebenarnya.

Rapid swab test, bukan dari darah tapi swab kita dimasukkan ke cairan tidak terlalu lama hasilnya keluar. Kalau keruh positif COVID dan kalau tidak keruh negatif. Ini sedang dikembangkan oleh LIPI dalam waktu 2 bulan ke depan baik GeNose ini bisa segera dipakai membantu testing dan tracing.

Berapa kali uji klinis lagi GeNose bisa digunakan secara massal?
Tahap kedua ini terakhir, uji klinis tahap 1 ini sesudah orang itu ketahuan misalnya positif dan dicek napasnya. Jumlahnya lebih banyak pertama 1 rumah sakit di Yogya dan kedua 10 rumah sakit di pulau jawa.

Kalau jadi relawannya ini kamu swab lalu hembuskan nafas. Nanti hasil swab dan hembusan nafas ini akan dianalisa keluar oh negatif setelah itu dilihat hasil swabnya nah negatif juga berarti konsisten GeNose dan PCR test kira kira itu uji klinis tahap dua. Kita harapkan percepat waktunya dan sampelnya lebih banyak. Mesinnya itu kan AI, kelebihan mesin learning dia belajar dan tidak hanya deteksi saja. Karena data yang masuk makin banyak, ada big data dari hembusan nafas orang-orang ya. Dia mesinnya belajar makin banyak data dan makin banyak belajar dan makin akurat

Halaman

(kil/ara)