Wawancara Khusus Tony Wenas

Bos Freeport Jawab Protes Warga Papua-Tantangan Perubahan Iklim

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 05 Nov 2021 08:00 WIB
Tony Wenas
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perubahan iklim menjadi isu yang sedang seksi di dunia. Negara-negara berkomitmen untuk mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh perubahan Iklim (climate change). Berbagai pihak pun diharapkan dapat turut membantu mengatasi persoalan lingkungan tersebut.

Perubahan iklim juga sedang dibahas di dalam konferensi internasional, the 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) di Glasgow. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas pun menjawab isu tersebut kepada detikcom.

"Jadi intinya adalah bahwa kami di perusahaan dan juga beberapa perusahaan-perusahaan lainnya ikut berkontribusi dan mendukung pemerintah dalam upaya mengurangi emisi karbon supaya perubahan iklim itu bisa direm," katanya kepada detikcom kemarin Kamis (4/11/2021).

Tak hanya perubahan iklim, bos PTFI juga menyoroti pengembangan kendaraan listrik yang sedang digalakkan oleh pemerintah sekarang ini. Industri tersebut membutuhkan tembaga, yang mana salah satu hasil tambang Freeport adalah bijih tembaga.

Tony Wenas juga buka suara mengenai pembangunan smelter PTFI di Gresik yang menuai protes dari warga Papua. Warga Papua ingin agar smelter dibangun di tanah mereka. Namun pembangunan sudah kadung dimulai di Gresik.

Seperti apa hasil wawancara detikcom dengan Bos PTFI? Berikut selengkapnya:

Seluruh dunia saat ini lagi seksi dengan isu perubahan iklim dan sekarang juga lagi digelar COP26. Dari PT Freeport sendiri mengambil peran dalam isu perubahan iklim ini seperti apa?

Jadi intinya adalah bahwa kami di perusahaan dan juga beberapa perusahaan-perusahaan lainnya ikut berkontribusi dan mendukung pemerintah dalam upaya mengurangi emisi karbon supaya perubahan iklim itu bisa direm lah. Kan seperti diketahui ada NDC ya.

Tentu saja perusahaan harus ikut berperan lah untuk mendukung tujuan dari pemerintah itu dan untuk kepentingan iklim itu sendiri, dan kami memainkan peranan penting juga di dalam menjalankan perusahaan ini supaya operasi perusahaan itu dapat dilakukan secara bertanggung jawab, dengan terus memperhatikan aspek-aspek lingkungan, sosial dan tata kelolanya. Jadi ESG nya juga tetap harus dikedepankan ya berbarengan sosial, governance, dan tentu saja ini juga akan antara lain adalah untuk membuat upaya-upaya untuk mengurangi emisi karbon.

Langkah konkretnya sendiri, komitmen PTFI dalam menekan emisi karbon pada kegiatan operasional pertambangan, mulai dari kegiatan penambangan itu sendiri sampai pengoperasian smelter seperti apa?

Jadi kalau dilihat dari operasi penambangan kami, kan PTFI tadinya yang utamanya adalah yang open pit ya, open pit ini kan menggunakan truk truk besar ya yang pada dasarnya dijalankan dengan menggunakan fossil fuel, menggunakan solar, dan kami transisi ke tambang bawah tanah tentu saja pada di tambang bawah tanah ini kami melakukan inovasi-inovasi, yaitu untuk fokus kepada efisiensi energi dan juga otomatisasi aset-aset kita, antara lain contohnya adalah kami di tambang bawah tanah Grasberg Block Caving itu sistem pengangkutan bijihnya itu menggunakan kereta listrik, kereta listrik ini bisa mengangkut 300 ton, jadi sama seperti satu truk besar yang kapasitas 300 ton. tentu saja dengan penggunaan kereta listrik ini mengurangi emisi karbon yang sangat signifikan juga.

Di samping itu kami juga membangun duel fuel power plant ya, pltmg/pembangkit listrik tenaga minyak dan gas yang menggunakan -kalau dia bisa dua- bisa pakai minyak, bisa pakai gas, dan kalau pakai minyak itu pakai B30 biofuel yang jauh lebih rendah emisinya dan gas yang lebih rendah emisinya.

Kami juga melihat beberapa kemungkinan melakukan elektrifikasi peralatan peralatan lainnya, antara lain alat berat yang di tambang bawah tanah kami itu juga kami upayakan untuk menggunakan energi listrik juga sehingga akan lebih rendah emisinya, dan tentu saja ini akan sangat membantu untuk pengurangan emisi karbon, disamping tentu saja ada program-program lagi prestasi dan rehabilitasi lahan-lahan yang sudah tidak aktif.

Komitmen kami adalah mengurangi 30% intensitas emisi gas rumah kaca ini pada tahun 2030.