Bantu Permodalan, KUR BRI Sasar UMKM di Pulau Miangas

Advertorial - detikFinance
Jumat, 04 Okt 2019 00:00 WIB
Salah satu UKM Kerajinan di Miangas (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Sejak berdiri pada 25 November 2016 silam, Bank BRI Temporary Outlet Miangas terus memberikan kontribusi kepada masyarakat Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud. Salah satu aksi nyata dari BRI Miangas yakni pengadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ada di pulau paling utara Indonesia ini.

"Puji syukur untuk perkembangannya karena dengan size wilayah yang terbilang kecil dan penduduk yang sedikit, BRI Temporary Outlet (TO) Miangas dapat melayani masyarakat untuk menabung, menggunakan jasa perbankan dan bahkan menikmati pinjaman usaha terutama Kredit Usaha Rakyat," ujar Supervisor BRI TO Miangas, Sujiharto Modeong saat dihubungi detikcom.

Pengaruh KUR memang sangat dirasakan oleh para pelaku UKM, terutama mereka sebagai pedagang. Terbukti, dari 20 UKM yang mengajukan KUR, lebih dari setengahnya berasal dari para pedagang sembako dan makanan.

Mantri KUR BRI Kabupaten Kepulauan Talaud, Guitarexky Bawelle mengatakan meski Miangas sangat identik dengan laut dan nelayan, tapi usaha yang lolos hasil survei dan analisis nasabah mayoritas berasal dari usaha dagang.

Bantu Permodalan, KUR BRI Sasar UMKM di Pulau MiangasMama Yuli, seorang pedagang toko kelontong di Miangas (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)

"Kalau Miangas ini kebanyakan memang pedagang (yang berhasil dapat KUR), karena penghasilannya dapat dianalisis berapa per bulan pengeluarannya," ujar pria yang biasa disapa Kiki ini.

Dari 20 nasabah KUR, tambahnya, ada sepuluh nasabah yang terbilang memiliki progres yang bagus. Tujuh di antaranya merupakan pengusaha warung sembako atau toko kelontong, dua usaha warung makan atau kantin, dan satu usaha depot air.

Kendati, hanya 20 nasabah KUR yang ada di Miangas, tapi keadaan perekonomian para nasabah ini menjadi terangkat setelah mereka melakukan KUR. Yulfitri Kaemung salah satunya. Pedagang sembako ini awalnya berutang bahan seperti tepung, gula dan mentega ke tetangganya untuk membuat roti dan dijual.

Namun, perlahan ia pun menjual barang-barang yang ia pasok dari Melonguane, Kabupaten Talaud. Untuk menambah modal usahanya, ia pun mengajukan KUR pada 2017 lalu. Setelah 2 tahun berlalu dan kreditnya sudah terbayar lunas. Ia mengajukan KUR untuk kedua kalinya dan mendapat suntikan dana sebesar Rp 25 juta. Dari hasil pinjaman itu, ia gunakan untuk menambah pasokan barang-barang yang akan dijual di Miangas.

"Dengan pinjam KUR tiap bulan harus setor-setor jadi tambah semangat untuk kerja, nggak istirahat, bunda tidur jam 12 malam, jam setengah 4, jam 4 bunda udah bangun karena pikir tiap bulan setor terus sedangkan anak masih kuliah. Sama tambah-tambah barang jualan, jadi memang sangat membantu," tuturnya.

Lain halnya dengan Rifai Tatauhe, tak lama sejak ia membuka usaha depot air, Rifai mengajukan KUR ke Bank BRI. Setelah melalui tahapan survei dan analisis nasabah, Rifai pun mendapat KUR sebesar Rp 20 juta.

Uniknya, KUR yang didapat ia gunakan untuk membangun bangunan di sebelah tempat usahanya. Sebab, dulunya tempat depot air miliknya itu merupakan tempat yang ia tinggali. "Biar nyaman, kan enggak bagus kalau berbarengan sama tempat usaha," katanya.

Bapak 2 anak ini pun mengatakan berkat usaha depot air miliknya, ia bisa mendapatkan omzet Rp 300 ribu per hari, dalam sebulan ia bisa mengantongi Rp 8 juta. Hasil yang cukup memuaskan untuk sebuah usaha depot air satu-satunya di Miangas ini. (adv/adv)