Ini Barang yang Banyak Diimpor Kementerian dan BUMN

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2016 18:29 WIB
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapati, masih banyak Kementerian/Lembaga (K/L) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih menggunakan barang impor.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengungkapkan beberapa sektor yang dimaksud oleh Presiden Jokowi. Pertama adalah sektor minyak dan gas bumi (migas) seperti pipa dan yang lainnya.

"Sektor migas itu kan maksudnya di bawah Kementerian ESDM dan SKK Migas, itu gede banget impornya," kata Saleh, usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Kedua adalah yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meliputi pembangunan jalan, jembatan. dan sebagainya. Selama ini untuk komponen besi, baja, dan sejenisnya terlalu mengandalkan impor.

"Sekarang kan kita sudah mulai mencoba untuk besi, baja itu dari dalam negeri saja. Kita juga sudah bicarakan ke KS (Krakatau Steel)," terangnya.

Ketiga, adalah yang berada di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pembangunan berbagai infrastruktur. Seperti dermaga dan pelabuhan, bandar udara (bandara), serta jalur kereta api.

"Bangun dermaga, pelabuhan, bandar udara atau bantalan rel, komponennya kan dari impor juga," jelas Saleh.

Keempat yaitu BUMN. Saleh mencontohkan PT PLN (Persero) untuk membangun infrastruktur listrik. Komponen seperti baja, kabel, isolator, dan trafo seharusnya bisa diambil dari produksi dalam negeri.

"Tadi Presiden sangat keras, akan memaksa kepada Kementerian/Lembaga dan BUMN yang belanja modal besar itu betul-betul diperiksa untuk menggunakan produk dalam negeri," tukasnya. (mkl/wdl)