Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 13:20 WIB

Hidupkan Jalur Sutra, China Gencar Investasi ke Seluruh Dunia

Muhammad Idris - detikFinance
Hidupkan Jalur Sutra, China Gencar Investasi ke Seluruh Dunia Foto: Nograhany Widhi Koesmawardhani/detikFinance
Jakarta - China memiliki ambisi besar menghidupkan kembali Jalur Sutra lewat program One Belt One Road (OBOR). Tak tanggung-tanggung, Beijing menyiapkan US$ 124 miliar Rp 1.649 triliun untuk mewujudkan ambisinya itu.

Pengusaha China, Zeng Guang'an, Chairman LiuGong, produsen alat-alat konstruksi, mengatakan rencana besar Beijing tersebut sangat menguntungkan bagi bisnis pengusaha-pengusaha China.

Jalur Sutra baru digagas untuk meningkatkan pengaruh dan investasi China dengan membangun infrastruktur dan jaringan perdagangan di berbagai belahan dunia. Hal ini otomatis bakal menguatkan jaringan logistik bagi perusahaan-perusahaan China menjangkau berbagai kota di dunia.

Baca juga: Ambisi China Dominasi Ekonomi Dunia Lewat Jalur Sutra

"Lingkungan bisnis akan semakin cerah bagi negara-negara dalam wilayah OBOR, masyarakat, perusahaan, dan pelanggan," ujar Zeng, dikutip dari CNBC.com, Selasa (16/5/2017).

Bagi perusahaan seperti LiuGong yang bergerak di pembuatan crane dan mesin konstruksi lainnya, jalur baru ini membuka peluang perusahaan melebarkan sayapnya ke luar China. LiuGong sudah menjalankan bisnisnya di 140 negara, di mana sebanyak 50 negara di antaranya masuk dalam OBOR.

Perusahaan Zeng saat ini sudah memiliki basis produksi di China, Brasil, India, dan Polandia, serta berencana membangun pabrik di Rusia. Sebanyak sepertiga pendapatan perusahaan diperoleh dari luar China. LiuGong juga berencana menginvestasikan US$ 1 miliar untuk ekspansinya ke luar China.

Baca juga: Jalur Sutra China, Infrastruktur, Industri, dan Kota yang Bersiap

"Saya tidak khawatir soal untung rugi. Saya lebih khawatir terhadap risiko kondisi politik dan risiko pasar, dan ketidakstabilan pasar, karena beberapa negara ekonominya tidak stabil," kata Zeng.

Salah satu yang dikhawatirkan pelaku usaha China, baik sektor swasta maupun BUMN, yakni pemerintah Beijing mendorong mereka ikut mengeluarkan uang untuk membangun proyek-proyek yang belum tentu menguntungkan. Serta apakah insentif yang dikeluarkan pemerintah China bisa menarik perusahaan-perusahaan ikut serta dalam ambisi besar itu.

Baca juga: Tempuh 12.000 KM, Kereta dari London Akhirnya Tiba di China

Namun, Zeng menuturkan, dia tak melihat hal itu sebagai sebuah kekhawatiran. Malahan, Zeng melihat banyak investor swasta sudah lama menunggu untuk merealisasikan jalur sutra baru.

"Ini (jalur sutra baru) strategi sangat penting untuk melebarkan bisnis keluar dari China, sekaligus mengimbangi risiko bisnis di domestik," ungkapnya. (idr/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed