KPPU Tangani 348 Perkara, Mayoritas Persekongkolan Tender

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 30 Mei 2017 19:08 WIB
Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Sejak dibentuk di awal reformasi, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), banyak aduan perkara yang masuk ke lembaga tersebut. Total sudah ada 348 perkara yang ditangani lembaga tersebut sepanjang tahun 1999-2017.

Direktur Penindakan KPPU, Gopprera Panggabean, mengungkapkan dari banyaknya perkara yang ditanganinya tersebut, persaingan tender jadi kasus yang paling mendominasi dengan jumlah perkara 245 perkara dari total 348 perkara, lantaran laporan aduannya pun yang paling banyak masuk.

"Persaingan di tender pengadaan barang dan jasa paling mendominasi. Wajar karena selalu banyak aduan dari proses tender, baik nasional maupun daerah. Kan banyak dari tender pasti banyak kalangan yang sakit hati karena kalah tender dan kemudian melaporkan ke KPPU," ujar Gopprera di kantornya, Jakarta, Selasa (30/5/2017).


Sementara jika dibagi per sektor, kasus yang paling banyak ditangani yakni jasa konstruksi sebanyak 27%, disusul migas 5%, alat kesehatan 5%, peternakan 5%, dan ketenagalistrikan 4%.

Perkara yang paling banyak ditangani berasal dari lingkup nasional 78 perkara, DKI Jakarta sebanyak 41 perkara, Sumatera Utara 31 perkara, Riau dan Kepri 29 kasus, dan Sulawesi Selatan 21 perkara.


"Total nilai tender yang menjadi objek penanganan perkara di KPPU hingga bulan Mei 2017 yakni Rp 22,5 triliun," kata Gopprera.

"Sementara di 2017 ini terdapat 24 perkara yang ditangani KPPU, dan telah diputus sebanyak 7 perkara. Rincian 5 perkara tender dan 2 non tender, dengan total denda yang telah dijatuhkan sebesar Rp 212 miliar," pungkas Gopprera. (idr/hns)