Alasan Orang Pilih Toko Online: Hemat Biaya dan Bebas Macet

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Kamis, 13 Jul 2017 18:25 WIB
Foto: Inet.detik.com
Jakarta - Toko-toko elektronik di Glodok banyak yang tutup. Begitu juga toko-toko pakaian di Blok G Pasar Tanah Abang.

Apakah ini karena makin banyak masyarakat belanja online?

Menurut pendiri Bukalapak.com, Achmad Zaki, meningkatnya tren digital memang tak bisa dipungkiri. Konsumen memilih belanja online karena harga produknya tak jauh berbeda dengan toko offline, bahkan lebih murah.

Selain itu, tak perlu capek menembus macet untuk datang ke pusat perbelanjaan.

"Jadi, buat apa membuang banyak waktu plus macet, dan belum tentu barangnya ada. Kalau di online barangnya murah dan dikirim," ujar Zaky kepada detikFinance, Kamis (13/7/2017).


Selain itu, bagi pedagang, kehadiran situs toko online menjadi solusi untuk menjajakan barang tanpa harus membayar ongkos sewa tempat yang mahal. Selain itu, tak terganggu masalah macet.

"Karena biaya properti mahal dan masalah kemacetan, online jadi solusi," terang Zaky.

Zaky menambahkan, minat konsumen maupun pedagang beralih ke toko online karena bisa menekan segala macam biaya. Mulai dari biaya sewa kios yang mahal, biaya distribusi, biaya transportasi, hingga pungutan-pungutan lainnya.


Selain itu, penyedia toko online tak hanya menawarkan produk komersil, tapi juga produk seperti beli pulsa listrik, telpon genggam, hingga menjual produk reksa dana dan emas.

"Bukan karena online-nya, tapi inovasinya. Online itu menghilangkan segala biaya, biaya properti, distribusi, biaya macam-macam," pungkas Zaky. (hns/dna)