Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 29 Agu 2017 12:45 WIB

Wanita ini 'Sulap' Kelapa Jadi Keripik dan Diekspor ke Swiss

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kelapa ternyata tak hanya diminum airnya untuk pelepas dahaga atau diolah menjadi santan. Di tangan Helianti Hilman, CEO & Founder Javara, kelapa 'disulap' jadi produk camilan dan dikirim ke Eropa.

Helianti mengolah kelapa menjadi chips alias keripik untuk camilan.

"Kalau coconut chips dari Flores. Sudah kita bumbui, ada rasa manis, jahe, dan asing," ujar Helianti, dalam wawancara khusus dengan detikFinance, Senin (28/8/2017).

Produk keripik kelapa JavaraProduk keripik kelapa Javara Foto: Dok. Javara



Menurut Helianti, keripik kelapa sangat disukai konsumen luar negeri, terutama Swiss. Bahkan, pengiriman ke Swiss mencapai 1 kontainer.

"Orang luar suka, paling banyak ekspor ke Swiss. Satu kontainer sebulan dijual ke sana," tutur Helianti.

Produk olahan kelapa dalam kemasan eye catchingProduk olahan kelapa dalam kemasan eye catching Foto: Muhammad Idris

Pengolahan kelapa menjadi camilan keripik dan dijual ke mancanegara menunjukkan Indonesia tak kalah dengan negara lain dalam meracik kelapa menjadi produk bernilai ekspor. Sebaliknya, di beberapa negara, kelapa hanya diolah menjadi produk yang sudah lazim.


Helianti Hilman Founder&CEO JavaraHelianti Hilman Founder&CEO Javara Foto: Muhammad Idris

Misalnya di Thailand kelapa lebih banyak dipakai untuk santan. Sedangkan di Sri Lanka dan Filipina lebih banyak diolah jadi minyak kelapa.

"Thailand lebih banyak larinya jadi santan, kalau minyak kelapa masih banyak Sri Lanka dan Filipina," tutur Helianti.

(hns/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com