Follow detikFinance
Senin 06 Nov 2017, 12:10 WIB

Ada 'Game of Thrones' di Penangkapan 11 Pangeran Arab Saudi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Ada Game of Thrones di Penangkapan 11 Pangeran Arab Saudi Foto: Dok. REUTERS/Hamad I Mohammed
Jakarta - Secara mengejutkan, Komite Anti Korupsi Arab Saudi menangkap 11 pangeran dan 4 menteri dalam semalam. Dikabarkan, satu panglima tentara dan beberapa mantan menteri juga ikut diciduk.

Komite Anti Korupsi alias 'KPK Arab Saudi' itu melakukan penangkapan atas perintah Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Banyak pihak menganggap penangkapan yang tiba-tiba dan terkesan dipaksakan itu sebagai permainan kekuasaan Mohammed.

Beberapa analis dan ekonom menganggap Mohammed sedang mengamankan pihak-pihak yang tidak sejalan dengannya sebelum ia naik tahta menggantikan ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz, yang sudah berumur 81 tahun.

Langkah yang dilakukan Mohammed ini mirip seperti serial 'Game of Thrones' yang dirilis HBO, di mana semua pihak dengan kecerdikan masing-masing berupaya saling menjatuhkan untuk kekuasaan.

"Langkah yang dilakukan Putera Mahkota itu mencerminkan perubahan politik dalam Kerajaan Arab Saudi. Mohammed memperlihatkan ingin mengubah pola politik yang sudah ada di keluarga kerajaan selama ini," kata Ekonom RBC Capital Markets, Helima Croft, seperti dikutip dari CNBC, Senin (6/11/2017).

Para analis dan ekonom juga mempertanyakan penangkapan Mutaib bin Abdullah, panglima tentara Arab Saudi, sebab memperlihatkan adanya kemungkinan hal ini terkait dengan isu yang lebih besar.


"Para pendukung Mohammed bersikeras penangkapan yang dilakukan Sabtu lalu sama sekali tidak ada hubungannya dengan konsolidasi kekuasaan, tapi murni untuk memberantas korupsi. Namun dari yang terlihat secara kasat mata tidak seperti itu, apalagi setelah Mutaib ditangkap," katanya.

Secara historis, harga minyak selalu naik jika ada masalah di Timur Tengah. Pada perdagangan Minggu lalu, harga minyak jenis Brent naik ke titik tertingginya sejak Juli 2015 di level US$ 55,82 per barel.

Para penguasa Arab Saudi pasti berharap harga minyak bisa stabil di posisi tinggi, terutama dengan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Saudi Aramco tahun depan.



(ang/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed