Risiko Kerja Tinggi, Nelayan Butuh Jaminan Sosial

Risiko Kerja Tinggi, Nelayan Butuh Jaminan Sosial

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 03 Mar 2018 13:45 WIB
Risiko Kerja Tinggi, Nelayan Butuh Jaminan Sosial
Foto: Istimewa
Jakarta - Profesi nelayan memiliki risiko kerja yang tinggi apa lagi ketika cuaca buruk. Tak semata faktor ekonomi, nelayan yang melaut di cuaca buruk bisa kehilangan nyawa. Contohnya seperti yang dialami nelayan-nelayan di Belitung Timur.

Menurut salah satu nelayan di Pantai Serdang, Belitung Timur, Amiruddin (70), ia mengaku jaminan sosial sangat dibutuhkan karena bila mereka mengalami kecelakaan saat melaut, maka yang akan menanggung bukan hanya mereka semata, tetapi juga keluarga mereka di rumah.

"Kami nggak minta yang muluk-muluk. Terpenting ada jaminan sosial untuk kami. Terutama untuk nelayan yang meninggal di laut. Tolong perhatikan keluarganya," kata Amiruddin dihubungi, Sabtu (3/3/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bercerita, belum lama ini ada nelayan yang hilang di lautan. Tapi sejauh ini tak ada tindakan apa-apa dari pemerintah.


Amiruddin menambahkan, para nelayan biasanya akan meneruskan profesinya tersebut kepada anak-anaknya. Termasuk dia sendiri, yang saat ini sudah 'pensiun' sebagai nelayan dan diteruskan oleh anak lelakinya.

"Itu memang sudah demikian adanya. Jarang sekali keluarga nelayan yang memiliki profesi lain. Intinya, kami hidup dan mati di laut. Sumber penghasilan utama kami ya dari laut," tuturnya.


Saat bekerja, lanjut Amiruddin, para nelayan hanya fokus pada hasil tangkapan ikan. Tak heran jika ada yang memaksakan diri melaut dalam kondisi cuaca buruk. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads