Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Apr 2018 17:28 WIB

Insentif Pajak Industri Terlibat di Vokasi dan Riset Terbit Mei

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto/Foto: Ari Saputra Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menuturkan aturan pemberian insentif pajak baru yaitu super deductible tax sudah disetujui dan akan terbit Mei 2018. Super deductible tax adalah insentif yang diberikan pemerintah kepada perusahaan yang terlibat di sektor yang telah ditentukan, sehingga perusahaan tersebut dapat menikmati pajak yang lebih rendah daripada seharusnya.

Insentif super deductible tax berbeda dengan tax holiday dan tax allowance, di mana perusahaan mendapatkan insentif langsung berupa pemotongan PPh badan.

"Kalau definisinya sudah selesai semua, tentunya ini bisa cepat diluncurkan. Ini bersamaan dengan single submission. Rencananya Mei," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (27/4/2018).


Airlangga menyebut insentif fiskal ini akan diberikan kepada industri yang terlibat atau berinvestasi dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang/R&D) untuk menghasilkan inovasi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengusulkan skema pengurangan pajak bagi industri yang terlibat atau berinvestasi di sektor pelatihan dan pendidikan vokasi, insentif yang bisa didapat sebesar 200%. Sedangkan bagi industri yang terlibat dalam kegiatan litbang atau inovasi sebesar 300%.

Penerapan super deductible tax sejalan dengan inisiatif di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Artinya, pemberian fasilitas ini selain melengkapi insentif fiskal tax allowance dan tax holiday, akan mengakselerasi industri manufaktur nasional agar siap menuju revolusi industri 4.0.

"Insentif pajak ini juga diberikan guna mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menyongsong revolusi industri keempat. Untuk bertransformasi ke era industri digital, dibutuhkan reskilling agar mereka mampu berkompetisi," ujar Airlangga.


Airlangga menjelaskan pengembangan SDM terampil merupakan salah satu strategi guna menangkap peluang bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Di mana, tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif ini dapat menggenjot kinerja ekonomi nasional.

Adapun, Kemenperin telah menggulirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menuju era industri 4.0, misalnya pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Kami mengapresiasi karena banyak industri yang terlibat, hingga saat ini mencapai 558 perusahaan dengan menggandeng sebanyak 1.537 SMK," terang Airlangga.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara mengungkapkan terdapat syarat tertentu yang perlu dipenuhi perusahaan apabila ingin mendapat insentif pajak dari kegiatan litbang.


Di mana, hasil riset yang dilakukan harus berdampak besar pada perekonomian nasional seperti peningkatan daya saing produk, memacu ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Untuk itu, perusahaan yang mengajukan insentif tersebut bakal dianalisis terlebih dahulu oleh pemerintah.

"Jadi, harus ada assessment-nya. Tidak serta-merta dari pengakuan mereka, kita berikan insentif," kata Ngakan.

Ngakan pun mensimulasikan rencana pemberian insentif pajak tersebut. Misalnya, sebuah perusahaan membangun pusat inovasi di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp 1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak Rp 3 miliar kepada perusahaan tersebut.

"Jadi bentuk pengurangannya, dari biaya litbangnya dikalikan tiga," jelasnya.

Di samping itu, Ngakan mencontohkan, jika perusahaan bekerja sama dengan SMK untuk memberikan pelatihan dan pembinaan vokasi serta penyediaan alat industri hingga kegiatan pemagangan dengan menghabiskan biaya Rp 1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp 2 miliar kepada perusahaan tersebut. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed