Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Mei 2018 18:06 WIB

RI Masih Impor Bahan Baku Pakan Ternak dari 5 Negara Ini

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Industri pakan ternak di Indonesia masih tergantung bahan baku impor. Menurut Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Sudirman, 35% bahan baku pakan ternak saat impor dari sejumlah negara.

Sedangkan 65% sisanya seperti jagung dan bekatul dipasok dari dalam negeri. Dari mana saja bahan baku pakan ternak diimpor?

"Kalau bungkil kedelai dari Brasil, Argentina dan Amerika Serikat (AS). Kalau tepung daging dan tulang itu dari Amerika, Australia dan New Zealand (Selandia Baru)," ujar Sudirman kepada detikFinance, di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

"Tahun lalu kita mengimpor bungkil kedelai 4,2 juta ton. Kalau tepung daging dan tulang itu impor per tahu sekitar 400 sampai 500 ribu ton," lanjut Sudirman.


Dia menambahkan harga bahan baku pakan ternak bakal naik seiring penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, dan ujungnya harga pakan ternak ikut naik. Cuma, menurut Sudirman, kenaikan harga pakan ternak tidak akan di atas 10%.

Ini karena persaingan di antara pengusaha makanan ternak cukup ketat dan masing-masing masih mempunyai stok. Mengacu pada kondisi tersebut, Sudirman memperkirakan harga pakan ternak naik dalam kisaran yang tak terlalu lebar.

"Ada ya seharusnya naik di atas 10% dengan hitungan. Tapi paling naikkin 2% sampai 3% karena persaingan ketat. Setiap pabrik memiliki stok masing-masing. Apakah ada yang stok, harga murah jadi kalau di pasar persaingannya cukup ketat nggak langsung naik," sambungnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed