Follow detikFinance
Rabu, 25 Jul 2018 21:45 WIB

BI Prediksi RI Tekor, Defisit Transaksi Berjalan US$ 25 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit) tahun ini sebesar US$ 25 miliar. Angka itu jauh lebih tinggi dari 2017 sebesar US$ 17,3 miliar.

Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam sarasehan nasional sebagai rangkaian Rakornas Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2018 di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/7/2018).


Menurut Perry, ekspor Indonesia akan meningkat tahun ini, namun kenaikan impor juga akan lebih besar sehingga defisit transaksi berjalan semakin lebar.

"Masalah bahwa kalau lihat neraca perdagangan dan jasa atau neraca transaksi berjalan terus terang tekornya tambah gede. Ekspor sebenarnya meningkat tapi kenaikan impornya lebih besar sehingga defisit berjalannya lebih besar. Tahun lalu US$ 17 miliar tahun ini bisa US$ 25 miliar atau lebih," terangnya.


Dari sisi devisa, tahun lalu Indonesia terselamatkan dengan adanya arus masuk investasi dari penanaman modal asing sebesar US$ 17 miliar. Di samping itu juga ada arus masuk ke surat utang dan pasar modal sebesar US$ 20 miliar.


"Sayangnya tahun ini ada gonjang ganjing global seperti perang dagang," imbuhnya.

Oleh karena itu dia berharap adanya kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan. Tujuannya tentu dengan mengurangi impor dan mendorong ekspor. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed