Luhut: Daratan Adalah Raja, Kini Laut Ratunya

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Selasa, 30 Okt 2018 23:45 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan/Foto: Rachman Haryanto
Nusa Dua - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengajak semua negara bekerja sama mencari solusi untuk mengatasi berbagai masalah soal laut. Luhut menekankan isu kelautan harus diperhatikan.

"Saya heran bagaimana pendanaan banyak dihabiskan untuk aktivitas yang ada di darat, sementara hampir 70 persen wilayah dunia merupakan perairan. Saya dulu pernah di Angkatan Darat, daratan adalah raja dan kini laut adalah ratunya," kata Luhut di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018).


Luhut kemudian berseloroh soal perumpamaan raja dan ratu itu dalam permainan catur. Dia menyebut ratu lebih kuat sehingga perlu dijaga dan dilestarikan.

"Jika anda bermain catur, anda pasti tahu jika ratu yang lebih berkuasa bahkan beberapa kali istri kita juga lebih berkuasa di rumah," canda Luhut yang disambut tawa para hadirin.


"Kita harus berkolaborasi untuk harus menjadi salah satu pembahasan utama dalam isu perubahan iklim. Saya mendorong anda untuk berkolaborasi untuk mencari solusi," pesannya.

Dia juga mengingatkan tidak ada negara yang bisa mandiri untuk menyelesaikan masalah kelautan. Sebab, laut adalah masa depan kita.



"Ajak bicara tetangga anda, ajak diskusi teman anda untuk mengambil aksi agar kita bisa menghasilkan tindakan nyata," terangnya.

"Laut adalah masa depan kita, laut adalah perbatasan baru. Ada 95% laut yang butuh dieksplorasi lagi, tapi kita perlu untuk mengekplorasinya dengan semangat berkesinambungan jangan sampai kita melakukan kesalahan seperti yang pernah kita lakukan," kata Luhut. (ams/hns)