Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Feb 2019 18:35 WIB

Susul Waskita dan Adhi, Jasa Marga Setor Saham Pemerintah ke HK

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Jasa Marga Foto: Dok. Jasa Marga
Jakarta - PT Jasa Marga Tbk menyusul Waskita Karya dan Adhi Karya melepas status perseronya setelah melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) sore ini di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019). Seluruh pemegang saham setuju pemerintah akan mengalihkan seluruh saham Seri B milik Negara pada Perseroan untuk menjadi setoran modal pada PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk holding infrastruktur.

"Jadi agenda RUPSLB pemintaan dari Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas yang meminta kita melakukan RUPSLB. Tujuannya adalah untuk merealisasikan holding infrastruktur. Dan memang hari ini RUPSLB luar biasa menyetujui perubahan nama," kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.


Dalam RUPSLB, dibahas segala hal yang akan ditindaklanjuti dalam rangka pelepasan status perusahaan sebagai persero.

"Karena sebagai Tbk kita melakukan di situ ada sistematika reschedule yang harus di-follow up. Kita mulai dari pemberitahuan perubahan kegiatan, laporan OJK, undangan dan seterusnya," jelas Desi.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar. Perubahan anggaran dasar dilakukan sehubungan dengan rencana pembentukan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Infrastruktur di mana pemerintah akan mengalihkan seluruh saham Seri B milik Negara Republik Indonesia (RI) di perseroan menjadi setoran modal pada PT Hutama Karya (Persero).

Setelah adanya pengalihan saham tersebut, maka PT Hutama Karya (Persero) akan menjadi induk holding. Dengan demikian, perseroan akan berubah menjadi anak perusahaan BUMN, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2016 perihal Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas, dan akan terjadi perubahan status perseroan yang semula merupakan BUMN persero menjadi non persero


Namun demikian, proses holding itu sendiri baru akan efektif jikalau PP yang saat ini sedang dalam proses bisa selesai.

Bergabungnya Jasa Marga ke holding infrastruktur diharapkan mampu menguatkan kekuatan BUMN karya untuk melakukan pembangunan di Indonesia. Selain Adhi dan Waskita, ada juga Yodya Karya dan Indra Karya yang masuk ke dalam holding infrastruktur.

"Kalau dari kami ya tetap bekerja seperti yang selama ini kami ini . Kami berusaha tetap tampil baik, baik penyelesaian pembangunan maupun kinerja keuangan," ujar Desi. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com