Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Feb 2019 15:40 WIB

e-Commerce Bikin Banjir Barang Impor? Pengusaha: Kenyataannya Tidak Begitu

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Toko online atau e-commerce dipercaya akan menjadi kekuatan ekonomi baru. Namun ada pandangan bahwa e-commerce juga menjadi gerbang baru untuk masuknya produk-produk impor.

Menaggapi hal itu Ketua Dewan Pengawas Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Hendrik Tio angkat bicara. Dia tidak percaya bahwa e-commerce disebut hanya mempermudah masuknya barang impor.

"Memang ada topik bahwa toko online mempermudah masuknya barang impor. Seolah-olah di e-commerce semua barang impor, padahal kenyataannya tidak demikian," ujarnya di Roemah Kuliner, Jakarta, Selasa (26/2/2019).


Hendrik menjelaskan, barang-barang yang dijual secara online sebenarnya merupakan barang yang sudah ada dan dijajakan di toko-toko offline. E-Commerce menurutnya hanya sebagai sarana transaksi saja.

"Kedua, ada kok marketplace yang produk lokalnya lebih banyak dari impor. Tapi karena sudah kadung pandangannya seperti itu bahwa impor lebih banyak," tambahnya.

Lagi pula, kata Hendrik, saat ini juga banyak marketplace yang bekerjasama dengan UKM yang menjual produk lokal. Oleh karena itu dia tidak terima jika e-commerce disebut hanya sebagai gerbang masuk produk impor.

"Marketplace ini mendorong produk UKM bisa dijual secara luas. Itu luar biasa. Daerah yang tidak punya akses sekarang bisa berjualan," terangnya.


"Saya kita e-commerce ini cukup baik dan tidak melulu barang impor kok. Pengusaha kecil juga terbantu," tambah Hendrik. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com