CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 12 Mei 2019 16:30 WIB

Trump Desak China Cepat Putuskan soal Negosiasi Perdagangan, Atau...

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Presiden Donald Trump mendesak pihak China untuk mengambil keputusan secepatnya dalam kesepakatan perdagangan. Jika tidak dia mengancam China akan menghadapi risiko kesepakatan yang lebih buruk jika negosiasi berlanjut masih berlarut-larut dan dia kembali menjadi Presiden AS di 2020.

Melansir CNBC, Minggu (12/5/2019), Trump mengklaim China kalah telak dalam negosiasi perdagangan. Hal itu terlihat dari sikap Pemerintah China yang ingin menunggu sampai setelah Pilpres AS 2020 dengan harapan Demokrat akan memenangkan Gedung Putih dan menawarkan mereka kesepakatan yang lebih baik dibanding Trump.

Bagaimana pun Trump yakin dirinya akan kembali menang dalam pemilihan mendatang. Dirinya pun memperingatkan pihak China, perjanjian perdagangan kondisinya akan semakin buruk bagi China selama masa jabatan keduanya.


Negosiator China dan AS mengadakan pembicaraan perdagangan di Washington pada Jumat lalu setelah Trump menaikkan tarif masuk atas barang-barang Cina senilai US$ 200 miliar dari 10% menjadi 25%. Dia juga mengancam akan mengenakan tarif masuk 25% pada barang China lainnya senilai US$ 300 miliar.

Trump mengatakan pembicaraan pada hari Jumat itu konstruktif dan negosiasi akan terus berlangsung sementara tarif tetap berlaku. Meskipun keputusan itu dapat dicabut tergantung dari bagaimana situasi berkembang.

Menteri Keuangan AS Steve Mnunchin mengatakan kepada CNBC bahwa tidak ada perundingan perdagangan lebih lanjut yang direncanakan antara kedua belah pihak hingga saat ini. Media pemerintah China pun telah melaporkan bahwa pada putaran pembicaraan berikutnya diperkirakan akan berlangsung di Beijing.


Trump secara tiba-tiba mengumumkan kenaikan tarif pada hari Minggu lalu. Menghancurkan harapan tercapainya kesepakatan perdagangan antara dua raksasa ekonomi itu. Hal itu memberikan kekacauan atas pasar AS selama hampir sepanjang minggu.

Negosiator Tiongkok dilaporkan telah mundur dari aspek-aspek utama dari perjanjian perdagangan, tidak berkomitmen untuk mengubah undang-undang domestik yang dikhawatirkan pihak AS tentang pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa dan sejumlah masalah lainnya. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Putusan Sengketa Pilpres 2019
Putusan Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya