googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Okt 2019 12:00 WIB

Catat! Jokowi Janji Bereskan Masalah Neraca Dagang Tekor

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: (Andhika Prasetia/detikcom). Foto: (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Kabinet Indonesia Maju resmi dilantik hari ini, Rabu (23/10/2019). Usai pelantikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan upaya memperbaiki neraca yang masih tekor sebagai prioritas pertama dalam 5 tahun kepemimpinannya.

Selain itu menggenjot investasi untuk membuka lapangan pekerjaan juga menjadi prioritas Jokowi.

"Yang jelas kita ingin mengejar yang pertama, yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan. Membuka lapangan pekerjaan yang akan kita lakukan dengan cara menarik investasi sebanyak-banyaknya," ujar Jokowi usai foto bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Jokowi menambahkan, semua aturan yang menghambat investasi akan diselesaikan lewat mekanisme omnibus law. Kebijakan omnibus law ini sudah dijalankan saat Kabinet Kerja, yang ditangani oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.


Sebagai informasi, omnibus law dalam arti umum adalah undang-undang (UU) yang menampung atau menyatukan berbagai regulasi terkait obyek tertentu. Intinya, UU ini untuk merampingkan berbagai macam aturan yang selama ini dianggap menghambat, salah satunya kegiatan bisnis dan investasi.

"Yang sudah saya sampaikan kemarin saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, akan dilakukan dengan cara cepat lewat omnibus law," tutur Jokowi.

(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com