Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Nov 2019 11:42 WIB

Sri Mulyani Akan Turun Tangan Urus Anggaran Lem Aibon Anies

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta - Sistem e-Budgeting Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah jadi sorotan. Bagaimana tidak, dalam sistem itu muncul anggaran 'aneh' dari lem aibon hingga ballpoint.

Saat ditanyakan mengenai kejanggalan anggaran lem aibon tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan menggandeng Kementerian Dalam Negeri untuk meningkat kualitas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kita nanti akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di dalam meningkatkan kualitas dari APBD tentunya," katanya di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Dia menambahkan, berbagai hal akan dikoordinasikan untuk menunjang hal tersebut.

"Dan berbagai hal nanti akan kita koordinasikan bersama," tambahnya.



Masalah penganggaran ini tengah menjadi polemik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai masalah penganggaran sudah terjadi selama bertahun-tahun dan pangkalnya adalah di sistem. Dia merasa mendapat 'warisan'.

"Ini problem muncul tiap tahun. Maka yang kita koreksi adalah sistem nya. Sistem masih manual pengecekan manual maka ada puluhan ribu item. Saya kerjakan satu-satu kemarin. Tapi saya tidak berpanggung," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Anies menyebut saat ini sistem yang digunakan Pemprov DKI sudah digital tapi tidak smart alias pengecekan masih dilakukan secara manual. Akibatnya, tetap ada pegawai yang teledor setiap tahunnya.

"Terlalu detail di level itu ada beberapa yang mengerjakan dengan teledor. Toh diverifikasi dan dibahas. Cara-cara seperti ini berlangsung setiap tahun. Setiap tahun muncul angka aneh-aneh. Kalau sistem smart, maka dia akan melakukan verifikasi," ucap Anies.



Sri Mulyani Akan Turun Tangan Urus Anggaran Lem Aibon Anies


Simak Video "Heboh Anggaran Lem Aibon Rp 82 M, Mendagri Belum Mau Intervensi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com