Mendag Genjot Serapan Gabah di Sistem Resi Gudang

Aris Arianto - detikFinance
Kamis, 05 Des 2019 18:05 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Wonogiri/Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Kementerian Perdagangan berupaya meningkatkan program Sistem Resi Gudang (SRG) pada sisi penambahan kapasitas gudang. Pasalnya kapasitas gudang di semua SRG masih kurang.

"Kita tingkatkan program ini, karena secara keseluruhan masih kurang. Nanti program peningkatan adalah pada penambahan kapasitas gudang SRG," ungkap Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto kepada wartawan usai meninjau SRG di Selogiri, Wonogiri, Kamis (5/12/2019) sore.

Dengan kapasitas gudang yang bertambah banyak, diharapkan bisa menampung hasil produksi petani lebih banyak juga. Untuk itu, pihaknya juga bakal mempererat kerjasama dengan Kementerian Pertanian dalam mendorong hasil produksi petani.

"Saat ini serapan gabah di SRG secara nasional ratusan ribu ton per tahun, harus terus ditingkatkan," ujar Agus.


Terkait ongkos transportasi menuju lokasi gudang SRG yang dirasa memberatkan petani, pihaknya berkerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Diharapkan ada solusi terbaik soal itu.

"Paling tidak ada pengurangan cost atau efisiensi dalam hak jarak," tandas Menteri Agus.

Sementara Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa membeberkan, gudang SRG Wonogiri berkapasitas 2000 ton. Pihaknya sangat mendukung jika kapasitas gudang ditambah.

Dia membeberkan, SRG memiliki banyak solusi atas sejumlah permasalahan di bidang pertanian, . Misalnya saat panen harga komoditi umumnya mengalami penurunan. Petani juga kesulitan meminjam dana dari lembaga perbankan karena tidak mempunyai jaminan. Banyak pula, petani mengadaikan beras atau gabah dengan harga terlalu rendah.

Melalui SRG, petani dapat melakukan tunda jual komoditi pada saat harga jatuh melalui mekanisme SRG. Komoditi yang disimpan juga tetap menjadi milik petani.

"Dengan memiliki dokumen resi gudang, petani bisa menjaminkannya ke lembaga pembiayaan," sebut Wabup.





Simak Video "Sebentar Lagi, Blak-blakan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)