Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Des 2019 06:57 WIB

Dewas TVRI Buka-bukaan Soal Pemecatan Helmy Yahya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Gedung TVRI (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
FOKUS BERITA Polemik Dirut TVRI
Jakarta - Pada tanggal 4 Desember 2019, Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI menyatakan pemberhentian sementara atas Direktur Utama (Dirut) Helmy Yahya. Keputusan tersebut dilayangkan pada Helmy melalui Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian (SPRP) No. 241/DEWAS/TVRI/2019.

Tak terima akan keputusan itu, Helmy pun bersikeras menyatakan bahwa ia akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Dirut. Ia menilai SPRP tersebut cacat hukum.

Hal tersebut menimbulkan polemik. Komisi I DPR RI dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate pun meminta agar Dewas dan Helmy untuk bungkam.

Mencoba mencari keterangan, detikcom menemui Anggota Dewas TVRI Kabul Budiono. Dalam pertemuan tersebut, hal pertama yang bisa ia tekankan adalah bagaimana harapan Dewas atas TVRI itu sendiri.

"Kami ingin TVRI menjadi lembaga publik milik bangsa, yang mampu menjadi wajah Indonesia yang sesungguhnya. Menjadi perekat keberagaman Indonesia, dan menjadi cermin Indonesia ke luar negeri," kata Kabul ketika ditemui detikcom di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Kedua, menjadi menjadi televisi yang menyiarkan berita terpercaya. Jika dalam suatu berita ada konflik dan harus ditayangkan, maka TVRI juga bertugas mencari solusinya yang mampu memberikan secercah jawaban untuk masyarakat.

"Beritanya itu harus yang terpercaya, realiable. Anda boleh menyiarkan berita dengan cepat, tetapi yang paling penting adalah berita yang tepat. Perdebatan di TVRI Itu adalah perdebatan yang mencerdaskan, membuat orang tahu duduk masalah sebenarnya. Lalu mencari solusi. Dan pertanyaannya, kita kan punya fungsi kontrol sosial, oke kita laksanakan. Ada pertanyaan Anda boleh nggak mengkritik pemerintah? Ya kenapa tidak? Tetapi cara mengkritiknya itu harus sophisticate, harus ada upaya memberikan solusi yang baik," papar Kabul.

Lantas, apakah harapan Dewas akan TVRI sudah tercermin di bawah kepemimpinan Helmy Yahya?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3
FOKUS BERITA Polemik Dirut TVRI
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com