Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 28 Des 2019 14:30 WIB

Investasi Tawarkan Untung Gede Secara Instan? Awas Bodong!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Modus penipuan berkedok investasi saat ini masih kerap terjadi. Mereka biasanya menawarkan keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat dan risikonya rendah.

Padahal, dalam prinsip investasi ada yang namanya high risk high return. Jadi, jika ada yang menawarkan risiko rendah tapi keuntungan tinggi, patut dipertanyakan.

Perencana keuangan, Aidil Akbar menjelaskan sebelum memulai investasi harus melihat return atau imbal hasil yang mereka iming-imingkan.

"Kalau penawarannya nggak masuk akal, berarti bohongan. Sekarang, bunga deposito saja sekitar 5% per tahun, reksa dana saham atau campuran rata-rata maksimal 15% per tahun," kata Aidil saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/12/2019).


Dia menyebut, jika ada orang atau perusahaan yang mengiming-iming keuntungan puluhan persen, misalnya 50%-100% dalam hitungan hari, sudah dipastikan palsu dan itu kebohongan.

"Yang hitungan tahunan saja masih sulit untuk dipercaya, apalagi hitungannya jam atau hari," jelas dia.

Dalam berinvestasi, memang sebaiknya mengetahui dengan jelas latar belakang perusahaan dan produk investasi yang dijual. Pada dasarnya investasi merupakan tujuan agar mendapatkan untung bukan buntung.

"Jika perlu tanya ke financial planner, nanti ada fasilitas chat di aplikasi Moneesa agar masyarakat bisa tanya-tanya dan tidak tertipu investasi bodong," imbuh dia.



Simak Video "Siti Badriah Tegaskan Hanya Isi Acara di MeMiles"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
Drooftalk
×
GADUH KERAJAAN GALUH
GADUH KERAJAAN GALUH Selengkapnya