Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 22:45 WIB

Selain Investasi, Konsumsi Jadi Kunci Genjot Ekonomi RI

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Ilustrasi konsumsi genjot pertumbuhan ekonomi/Foto: Citra Fitri Mardiana
Sleman - Konsumsi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di Indonesia 2020, selain investasi. Pemerintah pun diharapkan bisa menjaga konsumsi masyarakat demi menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

"Arah investasi sudah benar, tapi lebih bagus lagi kalau di sisi investasi dilengkapi dengan pertumbuhan konsumsi domestik," katanya saat menghadiri BNI-AM Market Outlook 2020 di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Kamis (16/1/2020).

Ia menyebut ada dua cara untuk meningkatkan konsumsi. Pertama adalah memperbaiki harga komoditas. Menurutnya, pada 2019 terjadi penurunan harga komoditas kakao dan sawit, yang bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Tahun ini ada harapan naik, karena seperti (harga) CPO (harga minyak sawit) dan karet naik lumayan signifikan. Ini tentu akan berpotensi memperbaiki konsumsi domestik di tahun 2020," ucapnya.


Kedua, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan discount tax atau potongan pajak. Sementara itu, Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha juga menilai konsumsi penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, hal tersebut sudah berhasil dilaksanakan pada 2019 dengan menjaga daya beli masyarakat.

"Indonesia mampu melalui 2019 dengan baik, yaitu pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,05 persen dan inflasi 2,72 persen," ucapnya.

"Agar tahun ini semakin membaik, maka daya beli memang harus dijaga. Selain itu, kepastian pajak harus diberikan juga seperti penurunan tarif (pajak) melalui omnibus law, dan saat ini kita dalam track menuju ke sana," sambung Kunta.

Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com