Singapura Darurat Corona, Biro Travel Masih Jual Tiket ke Sana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Feb 2020 18:10 WIB
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi bandara terpadat di kawasan ASEAN dan pergerakan pesawat di bandara ini pun terus meningkat.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Keadaan di Singapura cukup bikin khawatir karena adanya virus corona, bahkan tingkat kewaspadaan corona di Singapura sudah pada level warna oranye. Namun, masih ada saja biro travel yang menawarkan paket liburan menuju Singapura.

Dari kabar yang didapatkan detikcom, travel agent tersebut akan memulai perjalanan ke Singapura mulai tanggal 11 hingga 17 Februari ke depan. Mengingat bahayanya, apakah penumpang bisa membatalkan paket travel?

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) Pauline Suharno perjalanan sudah tidak bisa dibatalkan pasalnya agen travel sudah mempersiapkan booking hotel maupun tiket pesawat dari jauh hari.

"Perjalanan dibatalkan sama sekali sudah tidak mungkin dari travel agent. Kalau untuk keberangkatan Rabu ini, otomatis penumpang sudah melakukan reservasi jauh-jauh hari kan ya. Semua persiapan yang dilakukan oleh travel agent pun sudah dilakukan sebelumnya," kata Pauline kepada detikcom, Senin (10/2/2020).

Lalu kalau ada pembatalan yang dilakukan akan membuat mendapatkan penalti dari hotel dan maskapai ke agen travel. Sehingga agen travel pun tidak bisa memberikan refund alias pengembalian uang penuh ke konsumen.

Selain itu sampai hari ini pun memang tidak ada larangan akses dari Indonesia ke Singapura, maupun sebaliknya.

"So far juga belum ada travel warning yang dikeluarkan oleh pemerintah Singapura, dan pemerintah Indonesia ke Singapura. Jika memang belum dikeluarkan travel warning atau ketentuan dari pemerintah terkait dengan merebaknya virus corona," ungkap Pauline.

"Semua pembatalan yang dilakukan atas keinginan sendiri, akan dikenakan cancellation fee atau penalty," lanjutnya.

Pauline menegaskan bahwa agen travel tidak bermaksud untuk menjadi tega tanpa toleransi, namun memang pembatalan perjalanan tidak bisa tanpa potongan penalti.

"Bukan karena travel agent tidak mau tahu atau tidak ada toleransi. Tapi kami juga kan bekerja menjual jasa, kalau memang paket perjalanan atau tiket batal diterbangi, masa kami juga jadi tidak dibayar sedangkan kena penalti dari hotel dan maskapai," ungkap Pauline.

Lain halnya apabila sudah ada travel warning dan pembatasan akses menuju ke Singapura. Otomatis agen travel akan mengusahakan melakukan pembatalan dan me-refund semua pembayaran secara penuh.

"Kalau sudah ada travel warning kami pun tidak mau membahayakan penumpang kami. Contoh yang ke China, setelah dikeluarkan travel warning, semua penerbangan dibatalkan termasuk charter flight. Padahal travel agent anggota kami banyak yang sudah membayar ke tour operator, itupun harus di-refund semua payment-nya," sebut Pauline.



Simak Video "Tambah 1.268, Total Kasus Positif Corona di Indonesia Jadi 66.226"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)