Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Feb 2020 16:51 WIB

Kemendag Geber Implementasi Industri 4.0 Pada Pasar Lelang Komoditas

Angga Laraspati - detikFinance
Kemendag Foto: Kemendag
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempercepat implementasi revolusi industri 4.0 pada pasar lelang komoditas (PLK). Hal ini dikarenakan PLK merupakan salah satu instrumen untuk menciptakan harga yang transparan.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tjahya Widayanti mengatakan PLK merupakan salah satu instrumen untuk menciptakan harga yang transparan sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, penjual, dan pembeli. Berdirinya PLK bertujuan memperpendek mata rantai perdagangan, memberikan kepastian harga, membangun dan memperluas jaringan usaha, serta menjamin penyerahan komoditas sesuai kebutuhan.

"Strategi pengembangan PLK saat ini diarahkan pada revitalisasi pasar lelang yang mengedepankan kemandirian dan profesionalisme. Dengan adanya revitalisasi pasar lelang diharapkan akan dibentuk lembaga penyelenggara pasar lelang yang mampu melihat peluang bisnis dalam mengembangkan pasar lelang yang mendukung pemasaran komoditas di Indonesia," imbuh Tjahya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

"Termasuk potensi PLK untuk mendukung ekspor komoditas pada produk yang disimpan di gudang sistem resi gudang (SRG) dan diperdagangkan melalui transaksi multilateral di bursa berjangka komoditi," tambahnya.

Salah satu cara Kemendag untuk mempercepat implementasi tersebut adalah dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) PLK yang bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang menguasai SPLT sehingga sistem tersebut dapat diimplementasikan dalam penyelenggaraan PLK. Implementasi ini dilakukan tidak hanya pada proses industri di hulu, tetapi juga sampai proses pemasaran di hilir untuk menghasilkan model perdagangan yang lebih efisien, praktis, serta aman dalam bertransaksi. Kegiatan ini juga diselenggarakan sebagai manajemen pengetahuan mengenai sistem pasar lelang terpadu (SPLT).

Tjahya menambahkan Bimtek pasar lelang merupakan ujung tombak implementasi SPLT. Melalui bimtek ini, seluruh peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam memajukan kegiatan PLK di masing- masing daerah.

"Peserta yang sudah menguasai SPLT juga diharapkan melakukan diseminasi kepada operator lainnya sehingga kegiatan PLK mampu meningkatkan kontribusi kegiatan perdagangan berjangka komoditi pada perekonomian nasional," ujar Tjahya.

Pengembangan revitalisasi pasar lelang, lanjut Tjahya, tidak terlepas dari dinamika yang muncul. Dengan revitalisasi diharapkan pasar lelang akan semakin fokus pada komoditi unggulan daerah setempat dan fokus memantau penyelesaian transaksi lelang, meningkatkan pengawasan pelaksanaan lelang, serta hanya memfasilitasi transaksi di arena lelang sehingga peserta lain mendapatkan kesempatan melakukan penawaran.

Sementara itu, Bappebti telah membangun SPLT yang wajib digunakan penyelenggara pasar lelang di bawah naungan Bappebti. Beberapa fitur dalam SPLT antara lain transaksi secara daring, dapat diakses melalui komputer atau ponsel, dan mendukung siaran langsung.

"Selain itu, SPLT juga mampu memperdagangkan resi gudang dengan memasukkan nomor resi gudang dan blanko resi gudang saat melakukan penjualan," jelas Tjahya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan PLK Ninuk Rahayuningrum menambahkan, acara bimtek diikuti 60 peserta yang diselenggarakan di Medan 11-14 Februari tersebut berasal dari perwakilan dinas provinsi yang membidangi perdagangan dan calon penyelenggara PLK di sembilan daerah yaitu Jambi, Riau, Lampung, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat.

"Percepatan implementasi merupakan langkah yang dilakukan Bappebti untuk meningkatkan perekonomian nasional. Hal ini juga sejalan dengan instruksi Presiden RI tentang teknologi informasi dan komunikasi yang berperan meningkatkan efisiensi perdagangan pada revolusi industri 4.0," pungkas Ninuk.

Turut hadir sebagai peserta yaitu tiga dinas provinsi yang membidangi perdagangan yang akan menjadi calon penyelenggara baru PLK yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Banten; serta lima penyelenggara swasta yang telah melaksanakan revitalisasi pasar lelang seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, dan Sulawesi Selatan.



Simak Video "3 Kementerian Blusukan ke Roxy Sosialisasikan Aturan IMEI"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com