Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Feb 2020 15:44 WIB

Produk Ekspor RI Mandek di Pelabuhan Gara-gara Corona

Arif Syaefudin - detikFinance
Nilai ekspor Indonesia terus mengalami penurunan. Akumulasi nilai ekspor Indonesia dari Januari-Agustus 2019 turun 8,28% dibandingkan tahun lalu. Foto: Grandyos Zafna
Pati -

Sejumlah kontainer berisi produk makanan ringan hasil produksi PT Dua Kelinci untuk kebutuhan ekspor ke China tertahan. Ini merupakan imbas dari wabah virus corona di negara China.

Direktur Ekspor pada PT Dua Kelinci, Anton Suwito menyebut kontainer berisi produk ekspor tersebut kini tertahan di pelabuhan Cina. Kondisinya tertahan, tidak bisa melakukan bongkar muatan.

"Kebetulan ada kejadian ini (virus corona). Kita juga pusing ini. Ada barang kita yang sampai pelabuhan sana tidak bisa bongkar, ada empat atau enam kalau nggak salah disana. Sejak Januari pertengahan sudah sampai sana. Saat ini benar-benar stop, orderannya pending semua," kata Anton kepada detikcom, Kamis (20/2/2020).

Padahal, menurut Anton sejauh ini angka penjualan produk PT Dua Kelinci di negara China cukup menjanjikan. Bahkan untuk tahun 2020 ini pihak perusahaan telah menata perencanaan penjualan besar di negara tersebut.

"Seharusnya kita sudah pernah masuk China cukup lama, meskipun distributor kecil. Akhirnya kita jalankan dulu, kita dapat tiga distributor tahun 2020 ini, kita bagi produk. Tahun ini plan full, sudah tertata bagus. Kena masalah ini, akhirnya terancam berantakan," paparnya.

Ia pun berharap kondisi tertahannya sejumlah unit kontainer di negara China tidak berlangsung lama.

"Saat ini benar-benar stop, orderannya pending semua. Ditarik nggak bisa juga, lebih mahal lagi nanti. Semoga saja bisa kami ambil, meskipun agak nanti ya. Planning satu tahun sudah berantakan semua. Rencananya kita akan kesana lagi untuk mendiskusikan lagi hubungan ini," imbuhnya.

Tak hanya China, akibat wabah virus corona, produk ekspor yang dikirim PT Dua Kelinci ke negara Malaysia juga terancam.

"Kita juga khawatir ini, karena kita sudah planning. Di Malaysia kan virusnya juga sudah mulai ramai ini. Muncul kekhawatiran di Malaysia, meskipun belum terjadi. Makanya kita sudah ancang-ancang cari negara lainnya untuk ekspor," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jokowi Lepas Ekspor Perdana 6.000 Mobil Pikap ke Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com