Mendag Pastikan Stok Pangan Selama Corona dan Puasa Aman

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 20 Apr 2020 09:54 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -

Bulan Ramadhan kali ini yang tinggal menghitung hari akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, masyarakat mengalami tekanan lebih yaitu dari penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia, bahkan seluruh dunia.

Selama pandemi ini, fenomena panic buying sembako berulang kali terjadi. Hal itu menyebabkan stok beberapa bahan pokok kian menipis, sehingga pemerintah juga mengatur pembatasan belanja. Memasuki bulan Ramadhan ini, permintaan akan sembako pada umumnya juga melonjak. Lantas, bagaimana kondisi stok bahan-bahan pangan utama tersebut?

Menjawab pertanyaan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menjamin stok pangan selama pandemi Corona, menjelang Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, bahkan hingga bulan Juni 2020 aman.

"Pada dasarnya saya sudah memantau stok nasional, saya menjamin kebutuhan bahan pokok ini terpenuhi pada saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Jadi untuk stok yang ada cukup untuk bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, juga sampai bulan Juni," ungkap Agus Suparmanto dalam wawancara Blak-blakan detikcom, Jumat (17/4/2020).

Agus juga mengungkit soal impor daging kerbau India yang ditugaskan kepada BUMN salah satunya Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero). Meski impor daging kerbau terhambat karena India lockdown, ia memastikan pada saat bulan Ramadhan langkah itu bisa terealisasi.

"Contohnya saja persetujuan impor untuk daging kerbau dari India. Ini sudah diberikan kepada beberapa BUMN. Ini juga kita masih pantau terus kapan atau tanggal berapa selesai lockdown di India. Mudah-mudahan dalam 2 minggu ke depan sudah selesai. Mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini mudah-mudahan tidak ada halangan lagi," paparnya.

Tak hanya menjamin stok terpenuhi, Agus juga memastikan kenaikan beberapa komoditas seperti gula akan terjadi penyesuaian dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah sudah mengambil langkah pemenuhan stok gula yang sempat langka dengan impor gula kristal mentah (raw sugar), dan pengalihan fungsi gula rafinasi.

"Saya juga memantau langsung kenaikan harga-harga, misalnya beberapa waktu lalu itu gula. Nah saya akan memantau langsung ke pabriknya, berapa izin impor yang sudah dikeluarkan, dan berapa yang sudah direalisasikan. Memang beberapa minggu lalu terjadi kelangkaan dan harga gula naik. Nah sekarang ini sudah mulai masuk, dan diharapkan dalam beberapa hari ke depan terjadi penyesuaian," kata Agus.

Menurut Agus, dengan kebijakan yang telah dikeluarkan Kemendag seperti membebaskan syarat impor untuk bahan pokok yaitu bawang putih dan bombai, maka pemerintah sudah memberikan kesejukan bagi dunia usaha untuk melaksanakan tugas pemenuhan stok dalam negeri.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada pengusaha yang sudah merealisasi impornya agar segera mengucurkan stoknya ke pasar. Ia juga mengimbau agar pengusaha menjual barangnya dengan harga terjangkau, dan tidak memanfaatkan kesempatan dengan mengeruk untung yang terlalu tinggi.

"Untung besar boleh selama tidak menyudutkan orang lain. Sekarang ini sudah untung besar, juga menyudutkan banyak orang, tak hanya 1-2 orang saja. Jadi inilah yang kita atasi secara menyeluruh, tidak hanya di Jawa tapi tempat lain juga demikian," tutup Agus.

[Gambas:Video 20detik]




(fdl/fdl)