Neraca Dagang RI Surplus ke AS tapi Keok Sama China

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 15 Mei 2020 12:18 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kondisi neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) mengalami surplus, namun dengan China defisit alias tekor selama Januari-April 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 2,25 miliar selama Januari-April 2020. Hal itu dikarenakan nilai ekspor US$ 53,95 miliar lebih besar dibandingkan impor yang US$ 51,71 miliar.

"Tentunya ke depan mudah-mudahan performa ini bisa lebih baik lagi. Karena kalau dibandingkan neraca dagang dengan posisi Januari-April 2019, yang defisit US$ 2,3 miliar, performa Januari-April 2020 lebih baik. Apalagi kalau diperhatikan ada dampak COVID," kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Dengan kondisi yang surplus US$ 2,25 miliar ini, neraca perdagangan Indonesia dengan beberapa negara mitra juga mengalami surplus, seperti dengan AS surplus US$ 3,58 miliar, lalu dengan India surplus US$ 2,30 miliar, dan surplus dengan Belanda sebesar US$ 757 juta.

Namun demikian, neraca perdagangan Indonesia masih tekor dengan China sebesar US$ 4,48 miliar, lalu dengan Thailand defisit sebesar US$ 1,24 miliar, dan Australia defisit US$ 754 juta.

"Tapi defisit pada Januari-April 2020 dengan beberapa negara yang ada lebih kecil dibandingkan posisi defisit Januari-April 2019," ungkapnya.



Simak Video "Terkait PSBB, BPS: 72% Responden Jalankan Imbauan di Rumah Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)