Begini Skenario New Normal Penumpang di Kapal Feri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 09:42 WIB
Foto kolase perbandingan suasana Pelabuhan Merak, sebelum adanya pandemi COVID-19 (atas) dan saat pandemi COVID-19 (bawah), Cilegon, Banten, Kamis (21/5/2020). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, arus penyeberangan penumpang di Pelabuhan Merak mengalami penurunan penumpang hingga 98,3 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dikarenakan adanya aturan larangan mudik dari pemerintah demi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Pelabuhan Merak/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan sejumlah skenario new normal di lingkungan kantor maupun pelabuhan yang akan diterapkan di seluruh cabang di seluruh Indonesia. Skenario itu tetap mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing daerah.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, ASDP telah membentuk task force antisipasi dan penanganan dampak penularan COVID-19. Satuan tugas ini berperan dalam penyusunan protokol di ASDP dengan memperhatikan berbagai unsur menyeluruh baik pada aspek sumber daya manusia, cara kerja operasional perusahaan baik proses maupun teknologi. Serta, dampaknya bagi pelanggan, mitra dan stakeholder lainnya dan tetap memastikan keberlangsungan bisnis.

"Dalam konsep The New Normal ASDP ini, kami targetkan layanan penyeberangan dapat berjalan normal, lancar, aman dan nyaman yang didukung kesadaran penuh seluruh stakeholder, utamanya pengguna jasa dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

"Ada tiga hal utama dalam protokol yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan pastikan untuk physical distancing minimal 1,5-2 meter," tambahnya.

Sejak awal pandemi COVID-19 yang menjadi fokus utama adalah kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat dan karyawan (people first). Maka itu, ASDP menerapkan protokol preventif di seluruh pelabuhan dan kapal-kapal mulai dari disinfektan lingkungan, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal.

Serta, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal. Bahkan, untuk pemuatan penumpang dibatasi maksimal 50% dari kapasitas kapal.

Menyambut new normal yang rencananya dilakukan bertahap, ASDP telah mempersiapkan protokol interaksi yang melibatkan karyawan, pelanggan, pemasok, mitra usaha dan stakeholder lain yang meliputi protokol pencegahan dan penanganan penyebaran COVID-19, protokol penanganan kesehatan di masa pandemi COVID 19, protokol operasional pelabuhan, protokol disiplin penggunaan APD, masker, sarung tangan dan lainnya. Lalu, protokol penyesuaian waktu/ jam kerja kantor serta protokol rumah tangga.

Adapun kebijakan yang diberlakukan dalam mendukung protokol interaksi tersebut mulai dari penerapan online ticketing system (Ferizy), sosialisasi perilaku hidup sehat dan protokol kesehatan (physical distancing di kantor, kapal dan pelabuhan).

"Untuk program Ferizy ini sebenarnya sudah kita ciptakan setahun lalu, jauh sebelum COVID-19 melanda Indonesia. Dengan kondisi saat ini, penjualan tiket secara online menjadi keniscayaan, masyarakat semakin mudah, cepat, dan tentunya lebih aman dan nyaman karena physical distancing terpenuhi maksimal di mana kontak dengan petugas loket semakin minim," terangnya.



Simak Video "Detik-detik Kapal Feri Kandas di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)