Rahasia di Balik Bisnis Startup Moncer di Tengah Pandemi Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2020 15:15 WIB
startup
Foto: internet
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat ekonomi di banyak negara berantakan, tidak terkecuali di Indonesia. Hampir seluruh sektor usaha mengalami dampaknya, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.

Tapi tidak dengan perusahaan digital. Pandemi yang memaksa orang untuk tetap beraktivitas di rumah membuat perusahaan digital meroket. Sebab semua kegiatan mulai dari belajar, bekerja hingga belanja mau tidak mau dilakukan melalui teknologi.

Menurut Pendiri Indies Capital Pandu Patria Sjahrir seharusnya hal itu juga menjadi pemicu bagi perusahaan startup Indonesia untuk mengembangkan aplikasinya. Dia memandang banyak peluang yang tercipta di masa pandemi.

Untuk menemukan peluang itu, Pandu memberi saran para founder startup Indonesia untuk fokus pada permasalahan yang ingin diselesaikan dengan aplikasi buatannya.

"Jadi yang paling penting fokus, kamu tuh mau solve masalah apa, jadi masalah apa yang kamu mencoba memperbaiki dan apakah potensi itu besar. Contohnya dulu kalau Shopee simple semua orang pasti belanja online, coba kita cari platform untuk bangun itu. Gojek juga sama, bagaimana orang bisa delivery barang atau orang pergi dari titik A ke titik B secara aman dan nyaman dan harus percaya brand. Itu dulu solving the big issue," terangnya kepada detikcom.

Menurut Komisaris Utama SEA Group yang menaungi Shopee itu, masa pandemi sebenarnya menebar banyak permasalahan bagi kehidupan. Nah permasalahan itulah yang menjadi peluang bagi startup.

Pandu mencontohkan logistik, menurutnya ke depan akan menjadi tren bisnis startup adalah e-logistik. Jenis startup itu juga relevan dengan kondisi pandemi saat ini.

Selain itu masa pandemi juga menimbulkan permasalahan di bidang pendidikan dan kesehatan di masyarakat. Dia yakin startup yang bisa mengembangkan aplikasi untuk mengatasi masalah kedua bidang itu akan bisa berkembang cepat.

"Di AS saja sekarang perusahaan paling besar semua teknologi. Di China juga perusahaan yang besar-besar itu teknologi. Indonesia belum, tapi itu akan terjadi dan sekarang sedang terjadi. Pemerintah juga sadar bahwa memang adopsi teknologi ini keharusan. Ini peluangnya sangat besar jadi tinggal mencari peluangnya," tutupnya.



Simak Video "Berdendang di Khitanan, Rhoma Irama Akan Diperiksa Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)