Pengusaha Ritel Mau Jual Rendang Hingga Pempek di Australia

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 15:05 WIB
Tips Rendang Uda Dian Anugrah
Ilustrasi/Foto: Istimewa/Instagram @udadiananugrah
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) akan menjual produk UMKM mulai dari rendang, pempek dan bermacam produk lainnya di Australia. Hal itu menyusul sudah berlakunya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) yang berlaku pada 5 Juli 2020.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan penjualan produk khas Indonesia sebagai upaya meningkatkan kelas UMKM nasional.

"Sebenarnya bagian dari peritel bahwa peritel ini tidak bisa jalan dengan produk dari singleline manufaktur dan mesti ada produk UMKM," kata Roy dalam acara webinar implementasi IA-CEPA yang riil bagi UMKM Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Keterlibatan UMKM juga sudah diatur oleh Kementerian Perdagangan. Roy bilang, produk UMKM lokal memiliki kualitas dan daya saing yang sudah baik. Melalui kesempatan ini, dirinya ingin membawa produk khas tanah air naik level.

"Contoh makanan tradisional kalau di Sumatera Barat ada rendang ada kripik dan sebagainya itu pasti kita serap karena masyarakatnya mencari. Kemudian juga minuman di Jawa banyak temulawak ini mesti kita serap, di Palembang ada Pempek," jelasnya.

"Jadi kembali lagi kepada UMKM ini kita berharap UMKM yang sudah ada peritel dan menempati posisi 20%, kita justru sudah lebih dan ingin majukan, melalui IA-CEPA Aprindo ingin mendorong UMKM sehingga bisa beproduksi untuk go global dan ini akan mendorong kinerja kita dan defisit perdagangan kita bisa rendah," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Kasan mengatakan upaya berjualan rendang hingga pempek atau produk tradisional lainnya di Australia sangat terbuka.

Berdasarkan aturan IA-CEPA, dia menjelaskan ekspor produk yang berasal dari jasa distribusi termasuk ritel sangat terbuka dan tidak ada hambatannya.

"Kalau jasa distribusi itu semua pembatasan akses pasarnya tidak ada, artinya terbuka. Ini salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan karena perjanjian ini sangat lengkap," kata Kasan.

Dia menjelaskan, Australia merupakan negara yang sangat mengandalkan komoditi sehingga produk UMKM yang bisa dipasok ke sana pun harus di luar dari sektor tersebut.

"Jadi maksud saya kita akan manfaatkan maksimalkan usaha ini, begitu tanggal 5 ini silahkan buka," ungkapnya.



Simak Video "Kominfo Rilis Portal Satu Pintu untuk UMKM Berdagang di e-Commerce"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)