4 Fakta Dunia Usaha Babak Belur Akibat Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 19:00 WIB
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 5,3% di tahun 2020. BI pun optimis kabinet baru Jokowi dapat percepat laju ekonomi RI.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Dunia usaha mengalami tekanan yang luar biasa akibat pandemi COVID-19 ini. Tak hanya di luar negeri, dunia usaha di Indonesia juga berdarah-darah menghadapi situasi ini.

Hal ini tercermin dari data Bank Indonesia (BI) yang mencatat kegiatan dunia usaha turun signifikan akibat pandemi. Berikut fakta babak belurnya dunia usaha karena COVID-19 ini:

1. Minus 35,77%

BI mencatat survei kegiatan dunia usaha saldo bersih tertimbang tercatat -35,77%. Angka ini terkontraksi lebih dalam.

2. Permintaan Menurun

Bank sentral menyebut penurunan paling dalam terjadi pada sektor pengolahan, perdagangan, hotel, restoran dan jasa.

3. Bisa Membaik

BI memproyeksi dunia usaha terutama pertambangan dan penggalian akan membaik. Peningkatan sektor jasa terutama subsektor administrasi pemerintah juga menjadi motor penggerak.

4. Banyak Pabrik Tutup

Banyak pabrik sepatu enggan untuk membuka operasional. Karena protokol kesehatan yang rumit. Hal ini akan membebani pabrik kecil dan menyulitkan.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Ekonomi RI Pulih 100 Persen Pada Kuartal I 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)