Neraca Dagang RI 2 Kali Surplus di Tengah Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2020 07:00 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2020 tercatat mengalami surplus US$ 1,27 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus ini terjadi akibat nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan Mei 2020 yang juga surplus.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kondisi neraca dagang ini akan mempengaruhi produksi.

Bagaimana ya maksudnya?

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan nilai impor selama Juni adalah US$ 10,76 miliar, naik 27,56% dibanding Mei 2020. Peningkatan tinggi terjadi di impor impor non migas.

Nilai impor Juni 2020 tersebut jika dibandingkan dengan Juni 2019 atau year on year negatif 6,36%. Pasalnya, impor migas Indonesia pada Juni 2020 turun 60,47%.

"Kalau ditelisik lebih dalam, ada penurunan impor untuk minyak mentah," kata Suhariyanto saat jumpa pers.

Sementara nilai ekspor Indonesia pada Juni sebesar US$ 12,03 miliar. Angka ini naik 15,09% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun turun 5,49% atau US$ 76,41 miliar secara tahunan.

Berikut neraca dagang 2020:

- Januari 2020 defisit US$ 870 juta
- Februari 2020 surplus US$ 2,34 miliar
- Maret 2020 surplus US$ S$ 743 juta
- April 2020 defisit US$ 350 juta
- Mei 2020 surplus US$ 2,1 miliar
- Juni 2020 surplus US$ 1,27 miliar

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Berniat Tambah Gaji Pekerja yang di Bawah Rp 5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]