Sri Mulyani, Prabowo dan Anggaran Besar Alutsista RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Jul 2020 06:28 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara soal anggaran besar Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Menurut Sri Mulyani, saat ini wajar bila anggaran Prabowo sangat besar, pasalnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) harus melakukan pengadaan alat utama sistem pertahanan alias alutsista.

"Bagaimana dengan pak Prabowo, Menteri Pertahanan apakah penting untuk membuat alutsista kita kuat? Iya penting," ujar Sri Mulyani, Sabtu (18/7/2020).

Prabowo sendiri memang dititipkan anggaran yang cukup besar saat ini. Kemhan di tahun ini mendapatkan anggaran sebesar Rp 127,35 triliun. Ini merupakan anggaran kementerian/lembaga (K/L) paling besar.

Anggaran Prabowo mengungguli Kementerian PUPR sebesar Rp 120,2 triliun dan Polri Rp 90,3 triliun, dalam daftar 3 teratas K/L dengan anggaran terbesar di tahun 2020.

Dengan dana tersebut, Prabowo akan membiayai program prioritas Kemhan mulai dari peningkatan kekuatan pertahanan, modernisasi alutsista/non alutsista dan profesionalisme prajurit. Serta kesiapan operasi matra darat, laut dan udara maupun secara integratif.

Belanja alutsista menjadi fokus anggaran Prabowo dengan bagian paling besar, mencapai Rp 14, 53 triliun. Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan fokus anggaran alutsista adalah pengadaan pesawat tempur di tahun ini. Danhil juga mengatakan pemerintah fokus mencari radar.

"Beliau (Prabowo) fokus pada pesawat tempur. Kemudian soal kapal perang yang juga radar karena yang paling urgent di kita hari ini dan menurut Pak Prabowo itu penting adalah radar," jelas Dahnil kepada wartawan di Balai Media, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Kemudian, menurut Dahnil, Kemhan pun akan menaruh konsentrasi penuh di industri peluru yang sebelumnya hanya bisa dipenuhi 450 juta peluru dari target 1 miliar per tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sri Mulyani Akui PSBB Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Minus"
[Gambas:Video 20detik]