Saham Perusahaan Mainan Dunia Keok Dilibas Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 12:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perusahaan mainan Hasbro melaporkan pendapatannya menurun akibat penjualan yang turun 29% pada kuartal-II 2020. Akibatnya saham perusahaan tercatat turun 8% di perdagangan, Senin (27/7/2020).

Anjloknya pendapatan hingga saham perusahaan penjual boneka tokoh Frozen Elsa dan Anna ini diakibatkan banyak toko dan pabrik di seluruh dunia yang tutup sepanjang bulan Maret hingga April. Hal itu dilakukan guna menekan penularan virus Corona.

Kerugian Hasbro juga ditambah akibat tertundanya sejumlah film Hollywood selama pandemi virus Corona. Seperti film Studio Marvel yang akan merilis film "Balck Widow" terpaksa tertunda akibat pandemi. Hasbro yang menjadi perusahaan pembuatan action figure dari Black Widow, kemitraannya ini anjok 35% pada kuartal-II.

Tahun 2020 menjadi tahun yang sulit bagi sejumlah perusahaan mainan. Hasbro secara total sahamnya turun lebih dari 30% pada 2020. Sementara perusahaan mainan Barbie dan Hot Wheel, Mattel sahamnya anjlok hampir 20% pada 2020.

Baik Mattel maupun Hasbro tetap berharap bahwa permintaan mainan akan meningkat pada musim liburan sekolah mendatang.

"Kami percaya prospek akan membaik. Konsumen dari anak-anak dan keluarga, masih mengandalkan merek Hasbro untuk menghibur diri mereka selama periode ini," kata CEO Hasbro Brian Goldner, dikutip dari CNN, Selasa (28/7/2020).

Kini pabrik-pabrik Hasbro di China, yang menjadi pusat 55% produksi Hasbro telah beroperasi secara normal. Hal itu dilakukan guna mengejar ketertinggalan permintaan. Selain itu, produksi di AS, Irlandia, dan India juga meningkat.



Simak Video "Buntut Corona, SoftBank Jual 198 Juta Lembar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)