Hemat Biaya, 'Induk' Victoria's Secret PHK 850 Pegawai

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 12:47 WIB
victorias secret
Ilustrasi/Foto: instagram @victoriassecret
Jakarta -

Perusahaan fesyen L Brands akan memangkas atau memberhentikan 15% atau 850 pekerjanya. Kebijakan ini datang sebagai salah satu upaya penghematan biaya operasional perusahaan di tengah krisis pandemi virus Corona.

Selain pemangkasan pekerja, pemilik merek Victoria's Secret ini melakukan langkah-langkah pemotongan biaya lainnya termasuk menutup toko, mengurangi persediaan dan bernegosiasi dengan pemilik gedung untuk meringankan biaya sewa. L Brands berencana menutup 250 toko Victoria's Secret dan Pink di AS dan Kanada di 2020.

Perusahaan berharap upaya penghematan itu dapat menghemat biaya perusahaan hingga US$ 400 juta (Rp 5,8 triliun) per tahun. Termasuk upaya PHK diharapkan dapat menghemat hingga US$ 75 juta (Rp 1,09 triliun). L Brands mencatat di 2020 perusahaan baru menghemat sekitar US$ 175 juta (Rp 2,5 triliun).

"Keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja sangat sulit dilakukan dan tidak bisa dianggap enteng. Tetapi tindakan ini dilakukan sebagai upaya menyelamatkan perusahaan untuk jangka panjang," kata Kepala Eksekutif L Brand Andrew Meslow, dikutip dari CNBC, Rabu (29/7/2020).

Laporan hasil keuangan L Brands untuk kuartal-II 2020 akan rilis pada 19 Agustus mendatang. L Brands berharap total penjualan bersih kuartal-II naik 20%, meskipun harapan itu lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Kini sebagian besar toko L Brands di Amerika Utara secara bertahap dibuka kembali.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)