Startup Penyedia Pesta Seks Disuntik Pemerintah Inggris Rp 3,2 M

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 09:12 WIB
Mata uang poundsterling / pounds
Ilustrasi/Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger
Jakarta -

Pemerintah Inggris menginvestasikan £ 170.000 atau setara US$ 221.780 untuk sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pesta seks. Bila dirupiahkan, suntikan modal tersebut setara Rp 3,2 miliar (kurs Rp 14.500/US$).

Mengutip CNN, Kamis (30/7/2020), startup yang mendapat bantuan modal adalah Killing Kittens. Diungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi investasi dari Future Fund pemerintah Inggris yang dirancang untuk membantu para startup bertahan dari pandemi COVID-19.

"Saya tidak pernah membayangkan Boris sebagai teman tidur," kata CEO perusahaan Emma Sayle, merujuk pada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

"Killing Kittens telah tiba di kancah digital dan kami sekarang memelopori jejaring sosial dewasa yang tumbuh paling cepat di dunia," sambungnya.

Sayle mendirikan Killing Kittens pada tahun 2005, mengorganisir pesta topeng khusus anggota di tempat-tempat eksklusif dengan fokus untuk mengejar kesenangan perempuan. Sekarang mereka memiliki 180.000 anggota di 12 negara.

Pandemi memaksa perusahaan untuk memindahkan semua acara secara online, mempercepat rencana yang sudah ada untuk memasuki industri teknologi seks.

Sebagian besar dana pemerintah Inggris akan dihabiskan untuk pemasaran dan inovasi produk, termasuk aplikasi kencan.

"Teknologi seks adalah salah satu dari sedikit industri yang akan keluar dari tahun 2020 dalam posisi yang jauh lebih baik," kata Bryony Cole, pendiri Sextech School, yang mengajarkan para pengusaha dan investor tentang pasar.

"Dalam aplikasi kencan tertentu, seks dan pornografi sedang booming selama pandemi. Kami mencari lebih banyak keintiman atau cara-cara untuk menghibur diri," katanya kepada CNN.

Saat ini nilai perusahaan mencapai £ 11,5 juta (US$ 14,9 juta) berdasarkan putaran pendanaan sebelumnya.



Simak Video "Ini Dia Salah Satu Peluang Startup yang Masih Jarang Ada di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)